RADARLAMPUNG.CO.ID – Microsoft kembali membuat gebrakan besar dalam sistem pembaruan Windows.
Perubahan terbaru yang mulai diterapkan pada April 2026 menghadirkan fitur baru yang belum pernah dilakukan selama lebih dari satu dekade.
Sekaligus, membawa peringatan penting bagi pengguna lama Windows.
Dalam pembaruan Patch Tuesday terbaru, Microsoft menambal ratusan celah keamanan, termasuk sejumlah kerentanan kritis dan zero-day yang sudah dimanfaatkan oleh peretas.
Pembaruan ini menjadi salah satu yang terbesar, dengan total lebih dari 160 kerentanan berhasil diperbaiki dalam satu siklus.
Yang paling mencuri perhatian adalah perubahan pada sistem Secure Boot.
Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, Microsoft mulai menghapus sertifikat lama dan menggantinya dengan versi terbaru. Sertifikat lama yang masih digunakan banyak perangkat akan segera kedaluwarsa, sehingga pengguna wajib melakukan pembaruan agar tetap aman dari ancaman siber.
Kini, melalui aplikasi Keamanan Windows, pengguna dapat melihat status pembaruan Secure Boot secara langsung.
Sistem akan menampilkan indikator warna seperti hijau, kuning, atau merah untuk menunjukkan apakah perangkat sudah aman atau masih memerlukan tindakan tambahan.
Namun, tidak semua pengguna akan mendapatkan pembaruan ini secara otomatis.
Pengguna Windows 11 relatif lebih mudah karena sistem pembaruan berjalan lebih lancar, sementara pengguna Windows 10 perlu memastikan perangkat mereka masih mendapat dukungan atau telah terdaftar dalam program pembaruan tambahan.
Selain itu, mulai bulan berikutnya, Microsoft juga akan menambahkan sistem notifikasi yang lebih agresif. Peringatan akan muncul tidak hanya di dalam aplikasi, tetapi juga melalui notifikasi sistem, guna memastikan pengguna tidak mengabaikan pembaruan penting sebelum tenggat waktu sertifikat berakhir.
Di sisi lain, ancaman keamanan yang ditangani dalam pembaruan ini tergolong serius. Salah satu celah ditemukan pada SharePoint Server yang memungkinkan penyerang memanipulasi tampilan atau konten dalam jaringan tepercaya. Ada juga kerentanan pada Windows Defender yang berpotensi memberi akses penuh kepada penyerang jika berhasil dieksploitasi.
Tak hanya itu, sejumlah bug berbahaya juga ditemukan pada Microsoft Office yang dapat dijalankan hanya melalui pratinjau dokumen. Hal ini membuat pengguna disarankan untuk lebih waspada saat membuka file, terutama dari sumber yang tidak dikenal.
Dengan meningkatnya jumlah celah keamanan dan kecanggihan serangan siber, pembaruan rutin kini menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Pengguna disarankan untuk segera memeriksa Windows Update dan memastikan perangkat mereka sudah menjalankan versi terbaru demi menjaga keamanan data dan sistem.
(*Peserta Magang Kemnaker Batch 1