Optimisme BI Lampung Menuju Triwulan II Tahun 2026, Daya Beli Menguat, Inflasi Tetap Terkendali

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Rabu, 06 Mei 2026 - 10:41 WIB
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto  saat menjelaskan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan I dan  proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan II tahun 2026.
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto saat menjelaskan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan I dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan II tahun 2026. - Foto. Anggi Rhaisa/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I Tahun 2026 mencatatkan performa impresif dan inflasi terkendali akan berlanjut pada Triwulan II Tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI) pada Triwulan I Tahun 2026,  Ekonomi  Lampung tumbuh sebesar 5,58 persen (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatra yang berada di angka 5,13 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan tren penguatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,54 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Lampung  ini didominasi oleh performa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang melonjak hingga 9,89 persen.

Advertisements

"Kinerja lapangan usaha pertanian terakselerasi sejalan dengan puncak panen raya padi dan jagung. Selain itu, sektor akomodasi serta makan dan minuman tumbuh kuat sebesar 12,43 persen, didorong oleh implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Bimo saat diwawancarai usai acara Bincang Literasi bersama Media, di KPw BI Lampung pada hari Rabu, 6 Mei 2026.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Direktur KPw BI Lampung, Achmad P. Subarkah, mengungkapkan bahwa solidnya ekonomi Lampung juga tecermin dari sisi konsumsi masyarakat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung tetap bertahan di zona optimis pada level 120,33.

Indikator lain yang menunjukkan geliat ekonomi adalah Indeks Penjualan Riil (IPR) yang meroket menjadi 240,84, naik dari angka 227,74 pada triwulan sebelumnya.

"Kenaikan IPR ini terutama motornya ada di kelompok suku cadang, aksesori, serta makanan dan minuman. Di sisi pembiayaan, kredit investasi juga tumbuh positif, menandakan pelaku usaha sangat percaya diri dengan iklim investasi di Lampung saat ini," jelas Achmad P. Subarkah.

Advertisements

Tren Kendaraan Listrik dan Daya Beli Masyarakat

Bimo juga menilai adanya fenomena menarik di sektor otomotif awal tahun ini. Peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Lampung dipicu oleh daya beli masyarakat yang menguat serta munculnya model-model kendaraan baru, termasuk pengaruh dari berlanjutnya insentif kendaraan listrik (EV).

"Semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan BBM ke listrik. Meski data spesifik untuk level provinsi masih dalam proses sinkronisasi, secara nasional trennya sudah sangat terlihat," tambah Bimo Epyanto.

Bimo memproyeksikan Inflasi Lampung pada Triwulan II 2026 tetap terkendali atau stabil pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen. 

Advertisements

Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko global dan perubahan iklim. 

Untuk itu, Bimo menyampaikan, BI Lampung sendiri telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menyikapi hal tersebut. 

Seperti, Sektor Primer, stabilisasi harga pangan melalui produktivitas pertanian dan sinergi TPID.

Investasi, mendorong hilirisasi komoditas unggulan dan promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Advertisements

Digitalisasi, percepatan ekonomi digital untuk efisiensi transaksi dan optimalisasi pendapatan daerah.

"Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk memastikan inflasi tetap terjaga di sasaran 2,5 ± 1 persen," tutup Bimo.

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements