BANDAR LAMPUNG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung resmi membuka gelaran Lampung Sharia Economic Festival sebagai rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Sumatera 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lampung City Mall ini berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026.
Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sektor riil berbasis syariah.
Kepala KPw BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa membangun ekonomi syariah memerlukan konsistensi, terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat.
Ia merinci tiga pilar utama yang menjadi fokus Bank Indonesia.
Pertama, Edukasi dan Literasi, menjadi fondasi utama untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai manfaat sistem syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, memastikan aktivitas ekonomi, seperti Halal Value Chain, berjalan sesuai kaidah dari hulu ke hilir.
Ketiga, dukungan pembiayaan dengan memberikan akses permodalan yang kuat untuk mendukung aktivitas ekonomi syariah.
"Kegiatan ini adalah upaya kami memberikan fondasi agar pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 tetap terjaga di atas 5 persen," ujar Bimo.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menambahkan bahwa ekonomi syariah adalah keniscayaan yang akan mendongkrak sektor riil.
Salah satu fokusnya adalah pengembangan rantai nilai halal (Halal Value Chain).
"Contoh sederhana pada UMKM bakso. Kehalalan harus dijamin mulai dari proses di Rumah Potong Hewan (RPH), pengolahan, hingga cara memasaknya. Ini bukan hanya soal agama, tapi juga menjamin kebersihan dan kesehatan konsumen," jelas Mulyadi.
Mulyadi optimis, kolaborasi antara UMKM, pondok pesantren, produsen, dan distributor akan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
"Kami optimis dengan penguatan sektor riil ini, ekonomi Lampung bisa tumbuh berkelanjutan di atas 5 persen ke depan,"jelasnya.
Sementara, Ibu Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, menekankan pentingnya inovasi bagi pelaku UMKM Syariah di Lampung. Ia meminta para pengusaha lokal tidak "jalan di tempat" dan terus memperbaiki mutu produk agar kompetitif hingga ke pasar internasional.
"Peningkatan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari produksi hingga distribusi. Tujuannya jelas, produk lokal kita harus mampu menembus pasar global," tegas Batin Wulan.
Kegiatan Lampung Sharia Economic Festival sebagai kegiatan Road To Fesyar Sumatera 2026 yang diselenggarakan KPw Bank Indonesia Lampung ini dimeriahkan dengan berbagai pameran produk UMKM unggulan Lampung yang telah memenuhi kaidah syariah, serta berbagai sesi edukasi keuangan bagi masyarakat umum.