Mendiktisaintek Siapkan Kampus Jadi 'Asisten' Pemda Sukseskan Gerakan ASRI

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Rabu, 06 Mei 2026 - 13:03 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyiapkan Kampus Jadi 'Asisten' Pemda Sukseskan Gerakan ASRI.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyiapkan Kampus Jadi 'Asisten' Pemda Sukseskan Gerakan ASRI. - Foto.Dok. Kemdiktisaintek

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mempertegas komitmen kementerian dalam mendukung pembangunan daerah.

Kampus-kampus di Indonesia kini diarahkan untuk menjadi pendamping bagi pemerintah daerah (Pemda) dalam menyukseskan Gerakan Nasional Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).

Hal tersebut ditegaskan Menteri Brian usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo meminta laporan khusus mengenai sejauh mana kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu problematika di tingkat lokal.

Advertisements

Mendiktisaintek menjelaskan bahwa Presiden menginginkan agar pakar, peneliti, hingga guru besar di kampus-kampus turun tangan membantu pemda.

"Bapak Presiden telah memberikan petunjuk bahwa kampus, terutama bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, harus bisa membantu pemda. Misalnya penanganan sampah dan kerapian kota terkait program ASRI," ungkap Brian Yuliarto

Ia menambahkan, ke depan setiap provinsi, kabupaten, maupun kota diharapkan memiliki tim khusus dari perguruan tinggi yang berperan sebagai tim asisten bagi kepala daerah.

Beberapa bidang keilmuan yang diprioritaskan untuk kolaborasi ini antara lain; 

Advertisements

Arsitektur fokus pada penataan tata kota.

Teknik Lingkungan dan  Teknik Mesin, memfokus pada solusi pengolahan sampah dan infrastruktur pendukungnya.

Sebagai tindak lanjut, kementerian akan segera berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi besar, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM) serta kampus-kampus di daerah untuk membentuk tim ahli ini.

Langkah ini sejalan dengan visi kementerian melalui program Diktisaintek Berdampak. Program ini bertujuan memastikan bahwa hasil riset dan pengajaran di kampus benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Advertisements

"Bapak Presiden meminta keterlibatan kampus ini lebih terstruktur lagi. Jadi, penelitian dan ilmu pengetahuan di kampus tidak hanya teori, tapi benar-benar menjadi solusi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh daerah," tegasnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan mampu menjawab tantangan riil di lapangan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di seluruh wilayah Indonesia. (*)

 

Advertisements

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements