Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Perketat Pengawasan Hewan Kurban

gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Rabu, 06 Mei 2026 - 16:07 WIB
Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Perketat Pengawasan Hewan Kurban - Dokumentasi

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID- Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan) pada hewan kurban di sejumlah kecamatan.

“Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung mulai 18 Mei 2026 di lokasi pemotongan hewan kurban. Ini untuk memastikan hewan yang disembelih benar-benar sehat dan layak,” kata Dedeh, Rabu, 6 Mei 2026.

Advertisements

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Bandar Lampung, baik sapi, kambing, maupun domba.

Di sisi lain, Dinas Pertanian juga terus menggencarkan vaksinasi PMK sebagai langkah pencegahan.

Pada periode pertama 2026, sebanyak 500 dosis vaksin diterima dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 410 dosis telah didistribusikan ke beberapa kecamatan, antara lain Tanjung Senang 120 dosis, Sukabumi 80 dosis, Way Halim 90 dosis, Kemiling 30 dosis, Sukarame 50 dosis, dan Rajabasa 40 dosis.

Advertisements

“Sisa vaksin masih akan kami distribusikan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha,” jelasnya

Dedeh menambahkan, vaksinasi diprioritaskan pada wilayah dengan potensi ternak tinggi seperti Kemiling, Rajabasa, Telukbetung Barat, Sukarame, Tanjung Senang, dan Sukabumi.

Selain vaksinasi, pihaknya juga melakukan berbagai upaya pencegahan lain, seperti sosialisasi kepada peternak agar mengenali gejala PMK sejak dini, pengawasan tempat pemotongan hewan.

Serta memastikan daging yang beredar memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Advertisements

“Kami juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban yang sehat serta memasak daging hingga matang untuk menghindari risiko penyakit,” imbuhnya.

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements