METRO – Persaingan memperebutkan kursi panas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Metro dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) semakin sengit.
Berdasarkan hasil penilaian tahap awal yang dirilis panitia seleksi (Pansel), nama Achmad Redho Akbar mencuat sebagai kandidat terkuat dengan menempati posisi teratas dalam penilaian rekam jejak dan administrasi.
Achmad Redho Akbar berhasil mencatatkan skor meyakinkan dengan capaian nilai sebesar 87,50 dan bobot 17,50.
Angka ini menempatkannya di urutan pertama, unggul di atas rival-rivalnya dalam verifikasi berkas dan penelusuran rekam jejak jabatan.
Meski demikian, posisi ini belum menjadi jaminan mutlak.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani, menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara transparan dan profesional.
"Hasil seleksi administrasi dan rekam jejak ini murni berdasarkan penilaian objektif panitia sesuai kriteria yang ditetapkan. Namun perlu diingat, semua peserta yang lolos masih memiliki peluang yang sama di tahap-tahap berikutnya," ujar Elmanani.
Selain Redho, terdapat enam nama lain yang dinyatakan lolos dan siap bertarung di tahapan selanjutnya. Keenam kandidat tersebut adalah, Mulia Apriani, Triana Aprisia, Dedi Hasmara, Septinawati, Dyah Widiyani dan Fachruddin
Langkah selanjutnya, para kandidat ini akan diuji secara mendalam dalam tahapan Uji Kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Mei 2026.
Tes ini akan dilaksanakan di Assessment Center Polda Lampung.
Dalam tahapan di Polda Lampung nanti, Pansel tidak lagi hanya melihat berkas administratif. Elmanani menjelaskan bahwa pengujian akan menyasar aspek yang lebih substansial.
"Penilaian akan menggali kapasitas kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan strategis, serta yang paling utama adalah keteguhan integritas dalam pengelolaan keuangan publik," tambahnya
Publik kini menanti siapa yang akan memiliki nilai akumulasi tertinggi hingga akhir seleksi untuk mengisi posisi strategis dalam menjaga stabilitas fiskal dan aset di Kota Metro tersebut.