BANDAR LAMPUNG- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung.
Sinergi ini difokuskan pada peningkatan pengawasan obat dan makanan serta perluasan layanan publik yang inklusif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Jihan saat menerima kunjungan kerja jajaran Balai Besar POM Bandar Lampung di ruang kerjanya, Senin 11 Mei 2026.
Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari keamanan produk hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Jihan menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan aspek krusial dalam melindungi kesehatan masyarakat Lampung.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BBPOM harus terus diperkuat guna memberikan jaminan produk yang aman dan bermutu.
“Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi Balai Besar POM yang selama ini telah membantu pemerintah dalam pengawasan obat dan makanan. Sinergi ini penting agar masyarakat memperoleh jaminan atas produk yang layak konsumsi,” ujar Jihan.
Selain aspek pengawasan, Wagub Jihan juga menilai inovasi pelayanan publik BBPOM melalui program Caring is Love. Program ini menghadirkan layanan yang ramah bagi kelompok rentan, sebuah langkah yang dinilai sejalan dengan visi Pemprov Lampung dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis.
“Pelayanan publik harus bisa dirasakan semua orang, termasuk kelompok rentan. Inovasi seperti ini sangat penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan layanan,” tegasnya.
Sebagai Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Jihan menaruh perhatian khusus pada program pemberdayaan UMKM bagi penyandang disabilitas yang digagas BBPOM. Program ini meliputi pendampingan usaha, pelatihan, hingga fasilitasi perizinan.
Langkah nyata ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi kelompok disabilitas agar produk yang mereka hasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas dengan standar keamanan yang terpenuhi.
“Pemberdayaan penyandang disabilitas adalah bagian penting dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemprov Lampung siap mendukung penuh kolaborasi ini, baik dalam aspek pengawasan maupun penguatan ekonomi berbasis UMKM inklusif,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, Pemprov Lampung dan BBPOM Bandar Lampung bertekad memastikan pengawasan obat dan makanan berjalan optimal sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.