Mencari EV Kompak Terbaik? Ini Perbandingan Lumin dan Air EV untuk Pengguna Kota

Changan Lumin vs Wuling Air EV: pilihan mobil listrik murah kompak dengan jarak tempuh dan fitur bersaing.
gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 04 Des 2025 - 09:47 WIB
Changan Lumin dan Wuling Air EV menjadi dua mobil listrik kompak yang paling diminati, menawarkan karakter berbeda untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di kawasan urban.
Changan Lumin dan Wuling Air EV menjadi dua mobil listrik kompak yang paling diminati, menawarkan karakter berbeda untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di kawasan urban. - instagram.com/@the_blackonnes/@parked.auto

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pilihan mobil listrik terjangkau di Indonesia semakin beragam. Di segmen city car kompak, dua model yang belakangan banyak dibicarakan adalah Changan Lumin dan Wuling Air EV.

Keduanya menyasar pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan lincah, irit energi, dan ramah di kantong, namun hadir dengan pendekatan serta karakter berbeda.

Wuling Air EV merupakan pelopor mobil listrik mungil di pasar domestik. Diproduksi lokal di pabrik Wuling Cikarang, mobil ini membawa dimensi sangat ringkas dengan panjang sekitar 2.974 milimeter, lebar 1.505 milimeter, dan tinggi 1.631 milimeter.

Ukuran tersebut membuat Air EV mudah melintas di jalan sempit, gang perumahan, maupun area parkir pusat kota yang terbatas.

Advertisements

Untuk varian dasar, mobil ini dibekali baterai berkapasitas sekitar 17,3 kilowatt jam dengan jarak tempuh klaim hingga 200 kilometer. Varian lebih tinggi mampu mencapai sekitar 300 kilometer dalam kondisi ideal.

Tenaga motor listriknya berada di kisaran 30 kilowatt dengan torsi sekitar 110 Newton meter, cukup untuk menunjang tarikan awal di lalu lintas perkotaan.

Harga jualnya dibuka mulai kisaran Rp184 juta on the road, menjadikannya salah satu opsi paling realistis bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Changan Lumin hadir sebagai pendatang baru di segmen yang sama. Secara ukuran, mobil ini sedikit lebih besar dibanding Air EV, dengan panjang sekitar 3.270 milimeter, lebar 1.700 milimeter, tinggi 1.590 milimeter, jarak sumbu roda 1.980 milimeter, dan ground clearance 150 milimeter.

Advertisements

Proporsi tersebut membuat Lumin tetap kompak namun memberi ruang kabin lebih lega, terutama bagi penumpang dewasa di baris depan maupun belakang.

Lumin mengandalkan motor listrik bertenaga sekitar 35 kilowatt atau 48 PS dengan torsi 83 Newton meter. Kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 101 kilometer per jam, cukup untuk jalan arteri maupun jalan bebas hambatan pendek.

Tenaga tersebut disuplai baterai berkapasitas sekitar 28,08 kilowatt jam dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Mobil ini juga mendukung DC fast charging dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit. Soal harga, Lumin dibanderol sekitar Rp178 juta on the road Jakarta, menjadikannya salah satu EV entry level yang cukup agresif.

Advertisements

Dari sisi desain, Wuling Air EV mengusung bentuk kotak futuristik dengan dimensi mungil yang menonjolkan kesan praktis dan fungsional. Kabinnya didesain untuk empat penumpang dengan kursi belakang yang dapat dilipat guna memperbesar bagasi.

Interiornya sederhana namun modern, dengan panel instrumen digital dan sistem hiburan yang memadai untuk penggunaan harian.

Sementara itu, Changan Lumin hadir dengan karakter “imut tetapi berani” melalui garis membulat dan pilihan warna cerah yang menyasar konsumen muda serta keluarga kecil di perkotaan.

Interiornya tampil segar dengan kombinasi warna Gray–Black dan Light Gray–Orange, serta tata letak kabin yang memaksimalkan ruang kepala dan kaki penumpang.

Advertisements

Jika melihat performa dan jarak tempuh, Lumin sedikit unggul di atas kertas berkat kapasitas baterai lebih besar dan klaim daya jelajah lebih dari 300 kilometer. Kombinasi tenaga 48 PS dengan torsi 83 Newton meter membuatnya lincah untuk stop and go, sekaligus cukup nyaman dibawa ke luar kota jarak pendek.

Air EV unggul dari sisi efisiensi dan bobot yang lebih ringan, sehingga konsumsi energinya irit dan mudah dioperasikan oleh pengemudi pemula. Untuk mobilitas harian dalam kota dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh, kemampuan Air EV sudah lebih dari cukup dan bisa diisi ulang pada malam hari.

Pertimbangan lain adalah jaringan purnajual dan kemudahan perawatan. Wuling sudah lebih dulu membangun jaringan diler dan bengkel resmi di berbagai kota, sehingga pemilik Air EV lebih tenang dalam urusan servis berkala maupun kendala teknis.

Changan Lumin sebagai pemain baru masih membangun jaringan layanan, sehingga konsumen perlu memperhatikan ketersediaan bengkel resmi di kota masing-masing sebelum membeli.

Advertisements

Di sisi lain, kedua mobil listrik mungil ini sama-sama menawarkan biaya operasional lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar fosil, terutama dari sisi pengisian energi harian dan minimnya komponen bergerak pada sistem penggerak listrik.

Pada akhirnya, memilih antara Changan Lumin dan Wuling Air EV kembali pada kebutuhan dan pola penggunaan. Air EV cocok bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan ekstrem, ukuran sekecil mungkin, dan ketenangan karena jaringan layanan sudah luas.

Sementara itu, Lumin layak dipertimbangkan bagi mereka yang menginginkan kabin lebih lega, jarak tempuh lebih panjang, serta desain yang tampil berbeda.

Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik kompak yang masuk ke pasar, konsumen kini memiliki keleluasaan lebih besar untuk memilih EV yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi jalan sehari-hari.

Advertisements

*) Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements