Bayi Gajah TNWK Resmi Bernama HETI, Kini Jadi Perbincangan Publik

gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Selasa, 09 Des 2025 - 13:22 WIB
Bayi Gajah betina yang lahir di Way Kambas belum lama ini resmi menyandang nama Heti, penamaan sendiri diberikan oleh Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, Selasa, 9 Desember 2025.
Bayi Gajah betina yang lahir di Way Kambas belum lama ini resmi menyandang nama Heti, penamaan sendiri diberikan oleh Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, Selasa, 9 Desember 2025. - Foto dok Humas TNWK.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penetapan nama seekor bayi gajah betina di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali memunculkan perbincangan publik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Nama “HETI” yang diberikan kepada anak gajah kelahiran 4 Desember 2025 itu disematkan langsung oleh Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati. Hal ini dinilai tak lazim karena tradisi penamaan biasanya dilakukan oleh pejabat kehutanan, gubernur, atau kepala daerah.

Meski demikian, pemberian nama tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri Kehutanan dan Dirjen KSDAE, sehingga dinyatakan sah sebagai bagian dari dukungan terhadap program konservasi gajah Sumatera yang terus menghadapi ancaman. Namun, keputusan itu tetap menuai sorotan publik.

Dalam agenda penetapan nama yang dihadiri jajaran TNWK dan Polres Lampung Timur, Kapolres secara resmi menamai bayi gajah dari indukan Yulia tersebut dengan nama HETI.

Advertisements

Keputusan itu langsung menarik perhatian publik karena jarang sekali penamaan anak gajah dilakukan oleh pejabat kepolisian, terlebih dengan nama yang identik dengan pemberi nama dan tidak memiliki korelasi langsung dengan Lampung sebagai lokasi kelahiran gajah tersebut.

Meski dinilai tak lazim, pihak TNWK menegaskan bahwa penunjukan Kapolres sudah sesuai mekanisme dan mendapat persetujuan pusat. Penamaan ini juga dianggap sejalan dengan dukungan Polres Lampung Timur terhadap upaya perlindungan kawasan konservasi.

Bayi gajah yang kini resmi bernama HETI tersebut memiliki perkembangan yang baik. Berdasarkan laporan TNWK, gajah betina yang lahir Jumat, 4 Desember 2025 pukul 23.25 WIB dari indukan Yulia (12) itu berada dalam kondisi sehat, aktif, responsif, dan selalu mengikuti induknya.

Petugas menyebut pertumbuhan awal HETI sejauh ini stabil, sementara Yulia juga menunjukkan insting keibuan yang baik.

Advertisements

TNWK menilai kolaborasi antara kepolisian dan pengelola taman nasional sangat penting, mengingat ancaman terhadap gajah Sumatera tidak hanya berasal dari kerusakan habitat, tetapi juga perburuan ilegal serta konflik satwa dengan manusia di sekitar kawasan.

“Setiap kelahiran merupakan kemajuan besar bagi upaya mempertahankan populasi gajah Sumatera. Kami menyambut baik kontribusi berbagai pihak, termasuk Polres Lampung Timur,” kata Humas TNWK melalui akun Instagram resminya.

Melalui penetapan nama ini, TNWK berharap publik semakin peduli terhadap konservasi satwa. Pihak taman nasional menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan gajah tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

HETI kini menjadi simbol harapan baru bagi keberlanjutan populasi gajah Sumatera di Way Kambas. TNWK berharap masyarakat terus mendukung upaya konservasi melalui edukasi, pengawasan kawasan, serta peningkatan kesadaran menjaga habitat satwa liar.(*)

Advertisements

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements