RADARLAMPUNG.CO.ID - Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks, menjaga kesehatan jiwa di tempat kerja bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
Lingkungan kerja yang sehat dan suportif dapat menjadi pondasi awal bagi produktivitas, kreativitas, serta kesejahteraan karyawan.
Sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak ideal justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan jiwa yang berdampak panjang.
Mengutip dari unggahan Instagram @ayosehat.kemkes, lingkungan kerja dapat memengaruhi kesehatan jiwa seseorang, seperti beberapa faktor berikut.
1. Jam Kerja Tidak Wajar
Jam kerja yang panjang atau tidak teratur dapat membuat tubuh dan pikiran kelelahan. Ketika waktu istirahat terus berkurang, risiko stres dan burnout akan semakin tinggi.
2. Tidak Adanya Batas Antara Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan
Kondisi ini memicu kelelahan emosional karena chat terkait pekerjaan yang masuk 24 jam, atau target pekerjaan yang mendesak sehingga pekerja tidak memiliki batas antara urusan kantor dan kehidupan pribadi.
3. Kerja di Waktu Istirahat
Menggunakan waktu istirahat untuk bekerja, seperti saat makan siang atau setelah jam kerja, dapat mengurangi waktu pemulihan tubuh dan berpotensi mengalami kelelahan fisik dan emosional.
4. Kerja di Akhir Pekan
Akhir pekan yang seharusnya menjadi saat-saat pemulihan energi, namun tergeser karena tugas kantor yang masih datang di akhir pekan bisa membuat kesehatan mental menurun.
5. Stigma di Lingkungan Kerja
Ketakutan akan dianggap lemah atau tidak professional jika membicarakan masalah emosional atau kondisi mentalnya, seringkali dialami oleh para pekerja.
Faktor-faktor di atas bisa berdampak negatif berupa berkurangnya produktivitas atau kerjaan yang tidak selesai karena masalah kesehatan mental seperti anger issue, burnout, kecemasan, hingga depresi.
Masalah kesehatan mental tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik jika tidak ditangani dengan benar.
Lingkungan kerja yang sehat dapat diciptakan dengan menerapkan langkah-langkah seperti berikut.
- Membuat aturan jam kerja yang wajar.
- Penyediaan akses layanan kesehatan jiwa seperti konseling atau sesi psikologi.
- Membuka percakapan tentang kesehatan jiwa dan saling mendukung tanpa stigma.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1