RADARLAMPUNG.CO.ID - Leukemia atau kanker darah merupakan jenis kanker yang paling banyak diidap atau terjadi pada anak.
Dilansir dari laman Alodokter, leukemia adalah jenis kanker yang terjadi akibat sumsum tulang yang menghasilkan sel darah putih berlebih dan tidak berfungsi dengan baik.
Meski pencegahan untuk penyakit ini belum diketahui, namun leukemia pada anak dapat dideteksi dan dikenali lebih dini apabila orang tua memahami tanda dan gejala yang muncul.
Mengutip dari unggahan Instagram Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, beberapa tanda dan gejala leukemia pada anak yang perlu diwaspadai di antaranya adalah:
1. Anak Terlihat Pucat dan Lemah
Gejala pertama dalah anak tampak pucat, mudah lelah, rewel, serta mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya jumlah sel darah merah.
2. Demam Berulang dan Berkepanjangan
Apabila anak mengalami demam secara berulang atau lebih dari dua minggu tanpa penyebab yang jelas, perlu diwaspadai sebagai tanda leukemia.
3. Infeksi Berulang Tanpa Sebab yang Jelas
Kondisi ini adalah ketika anak sering mengalami infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, atau infeksi kulit tanpa tampak penyebab yang jelas.
4. Tanda Pendarahan
Waspadai munculnya bitnik merah di kulit, memar, gusi berdarah, atau pendarahan lainnya yang tidak wajar. Gejala ini berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit.
5. Nyeri Tulang dan Sendi
Hal ini biasanya dapat dikenali ketika anak yang sebelumnya sudah bisa berdiri atau berjalan tiba-tiba sering minta digendong atau menolak berjalan kembali.
6. Pembesaran Organ
Terjadi pembesaran organ seperti hati, limpa, kelenjar getah bening, atau testis dengan konsistensi terasa keras saat diraba.
Apabila orang tua menemukan tanda dan gejala di atas, maka segera bawa anak ke fasilitas kesehatan tak lebih dari 48 jam.
Pemeriksaan dan deteksi dini sangatlah penting untuk memastikan diagnosis dan memulai penanganan secepat mungkin.
Pastikan anak tidak mengalami dehidrasi, terutama jika anak mengalami demam, dan berikan paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri.
Hindari pengobatan alternatif tanpa dasar medis, karena hal ini dapat menunda penanganan yang tepat sehingga dapat memperburuh kondisi anak.
*)Peserta Magang Kemnaker