RADARLAMPUNG.CO.ID - Masalah sakit gigi dan mulut masih sering dianggap masalah sepele dan bukan prioritas utama dalam menjaga kesehatan.
Banyak orang yang datang ke dokter gigi ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan.
Mengutip dari unggahan X Kementerian Kesehatan RI tentang hasil dari program Cek Kesehatan Gratis, 50% masyarakat mengalami gigi berlubang, 37% kehilangan atau copot gigi, dan 12,4% terkena masalah gusi.
Angka-angka ini bahkan melampaui prevalensi hipertensi yang selama ini justru mendapat perhatian lebih besar dibandingkan masalah gigi dan mulut.
Hal ini menandakan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih belum menjadi kesadaran bersama, padahal dampaknya begitu luas terhadap kualitas hidup.
Dampak dari Sakit Gigi yang Diabaikan
Sakit gigi bukan hanya menyebabkan rasa nyeri sementara. Penyakit ini kerap kali menjadi tanda adanya infeksi atau kerusakan serius yang dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan serius.
Rasa nyeri yang timbul membuat penderitanya enggan mengunyah, sehingga mengalami kesulitan makan dan membuat asupan gizi yang diterima oleh tubuh menjadi tidak seimbang.
Penderita juga berisiko mengalami gangguan tidur, terlebih ketika nyeri akibat sakit gigi ini muncul di malam hari atau di jam tidur.
Selain itu, penurunan konsentrasi dan produktivitas juga bisa terjadi karena tubuh berasa pada kondisi yang tidak optimal akibat kurangnya asupan gizi dan gangguan tidur yang timbul.
Lebih jauh lagi, ingeksi pada gigi dan gusi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, bahkan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung.
Pada anak-anak, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan karena sulit makan, sehingga berat badan menjadi tidak optimal.
Cara Mencegah Masalah Gigi
Masalah gigi dan mulut bisa dicegah dengan menerapkan kebiasaan sederhana secara konsisten sejak dini.
1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Menyikat gigi secara teratur adalah langkah dasar yang paling penting untuk mencegah masalah gigi terjadi. Gunakan pasta gigi berfluoride dengan teknik yang benar.
Waktu yang dianjurkan untuk menyikat gigi adalah setelah sarapan, untuk membersihkan sisa makanan yang menempel, serta sebelum tidur malam, karena produksi air liur pada saat tidur berkurang dan membuat bakteri lebih mudah berkembang.
2. Kurangi Makanan dan Minuman Manis
Gula bisa dikatakan menjadi makanan yang merupakan makanan utama bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Maka, penting untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis demi menjaga kesehatan gigi.
Mengurangi gula bukan berarti harus berhenti total, namun mengontrol frekuensi dan jumlah yang dikonsumsi, serta membiasakan minum air putih setelah mengonsumsi makanan manis.
3. Periksa Gigi Secara Rutin
Beberapa masalah gigi tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin tiap enam bulan sekali sangatlah dianjurkan, meski tanpa adanya keluhan.
Gigi yang sehat bukan hanya berpengaruh pada penampilan, namun juga merupakan investasi kesehatan janga panjang.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1