Ternyata Bukan Daging Sapi, Ini Pilihan Daging Paling Sehat

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Selasa, 14 Apr 2026 - 15:14 WIB
Daging sapi tetap sehat jika pilih bagian rendah lemak
Daging sapi tetap sehat jika pilih bagian rendah lemak - Ilustrasi-Pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Selama ini, daging sapi sering dianggap sebagai sumber protein terbaik.

Padahal, menurut para ahli gizi, ada jenis daging lain yang dinilai lebih sehat karena kandungan lemaknya lebih rendah dan nutrisinya tetap tinggi.

Daging memang menjadi sumber protein penting bagi tubuh. Selain itu, daging juga kaya vitamin B12 serta zat besi heme yang lebih mudah diserap dibandingkan sumber nabati.

Namun, tidak semua jenis daging memiliki kualitas nutrisi yang sama.

Advertisements

Oleh sebab itu, pemilihan jenis daging menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan berlebih.

Para ahli menempatkan dada ayam tanpa tulang dan tanpa kulit sebagai salah satu pilihan daging paling sehat.

Dalam sekitar 99 gram dada ayam, terkandung sekitar 23 gram protein dengan hanya 2 gram lemak dan kurang dari 1 gram lemak jenuh.

Kandungan ini menjadikannya ideal bagi mereka yang ingin menjaga berat badan atau mengurangi asupan lemak jenuh.

Advertisements

Sebaliknya, bagian ayam yang lebih gelap seperti paha dan kaki memang tetap tinggi protein, tetapi memiliki kandungan lemak hampir dua kali lipat.

Penambahan kulit juga dapat meningkatkan kadar lemak jenuh secara signifikan, sehingga sebaiknya dihindari jika ingin tetap sehat.

1. Daging Sapi Tanpa Lemak 

Meski bukan yang paling sehat, daging sapi tetap memiliki nilai gizi tinggi, terutama sebagai sumber zat besi heme.

Advertisements

Kuncinya adalah memilih bagian yang rendah lemak atau dikenal sebagai lean beef.

Beberapa potongan seperti sirloin, top round, hingga eye of round memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan bagian seperti rib-eye.

Sebagai gambaran, sekitar 85 gram sirloin mengandung 25 gram protein, 160 kalori, dan hanya 2 gram lemak jenuh.

Sebaliknya, potongan berlemak tinggi dapat mengandung lemak jenuh lebih dari 20 persen kebutuhan harian, sehingga perlu dibatasi.

Advertisements

2. Daging Babi

Tak banyak yang menyadari bahwa daging babi, khususnya bagian tenderloin, termasuk rendah lemak.

Dalam 85 gram daging babi tenderloin, terdapat sekitar 22 gram protein, 122 kalori, dan hanya 3 gram lemak.

Kandungan ini bahkan sebanding dengan dada ayam tanpa kulit.

Advertisements

Namun, konsumsi daging babi tetap perlu diperhatikan, terutama produk olahan seperti bacon dan ham yang tinggi lemak jenuh serta natrium.

3. Ikan

Meski tidak selalu dikategorikan sebagai “daging” dalam arti umum, ikan menjadi salah satu sumber protein hewani paling menyehatkan.

Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.

Advertisements

Sementara itu, ikan berdaging putih seperti cod atau halibut memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah, cocok untuk diet.

Dengan kombinasi protein tinggi dan lemak sehat, ikan sering dianggap sebagai pilihan terbaik untuk konsumsi jangka panjang.

Para ahli juga menekankan bahwa kebutuhan protein tidak harus selalu berasal dari daging.

Sumber protein lain seperti telur, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh juga penting untuk melengkapi asupan nutrisi.

Advertisements

Selain protein, makanan nabati juga mengandung serat yang tidak ditemukan dalam daging, sehingga baik untuk kesehatan pencernaan.

Daging sapi bukan satu-satunya pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein. Dada ayam tanpa kulit justru dinilai lebih sehat karena rendah lemak, sementara ikan unggul berkat kandungan omega-3.

Pada akhirnya, pola makan seimbang tetap menjadi kunci. Mengombinasikan berbagai sumber protein, baik hewani maupun nabati, akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements