RADARLAMPUNG.CO.ID - Pep Guardiola kembali memilih jalan abu-abu ketika ditanya soal masa depannya di Manchester City.
Pelatih asal Spanyol itu enggan memberikan kepastian apakah ia masih akan duduk di bangku cadangan Etihad Stadium pada musim depan.
Sikap terbuka Guardiola muncul di tengah laporan yang menyebut City mulai menyusun skenario jangka panjang, termasuk kemungkinan mencari pelatih baru.
Situasi ini memantik spekulasi bahwa musim 2025-26 bisa menjadi babak terakhir Guardiola bersama The Citizens, meskipun kontraknya masih berlaku cukup lama.
Namun di balik ketidakpastian tersebut, Guardiola menegaskan bahwa dirinya masih merasa nyaman dan terikat kuat dengan proyek yang sedang berjalan.
Ia menyebut dunia sepak bola sebagai ruang yang selalu berubah, sehingga terlalu dini untuk memberikan janji jangka panjang.
Guardiola Menolak Membuat Janji
Dalam konferensi pers terbarunya, Guardiola kembali menahan diri untuk tidak memberikan kepastian soal masa depan.
Menurutnya, durasi kontrak bukan jaminan stabilitas dalam sepak bola modern.
Ia menegaskan bahwa fokusnya sepenuhnya tertuju pada tugas terdekat bersama Manchester City, termasuk menghadapi West Ham dan rangkaian laga penting berikutnya.
Bagi Guardiola, pembicaraan tentang masa depan hanya akan mengganggu konsentrasi tim.
Pelatih berusia 54 tahun itu juga menilai bahwa perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari profesi manajer.
Karena itu, ia memilih menikmati proses yang sedang dijalani tanpa memikirkan terlalu jauh apa yang akan terjadi musim depan.
Kontrak Masih Panjang, Klub Tetap Bersiap
Guardiola sejatinya baru saja memperpanjang masa baktinya.
Setelah kontraknya sempat akan berakhir pada akhir musim 2024-25, ia menandatangani perpanjangan dua tahun pada November 2024 yang membuatnya terikat hingga musim panas 2027.
Meski begitu, Guardiola menegaskan tidak ada pembicaraan lanjutan terkait masa depan. Ia menyebut bahwa topik tersebut sama sekali tidak menjadi agenda klub saat ini.
Menurut Guardiola, Manchester City sebagai organisasi besar memang harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan.
Namun kesiapan itu, tegasnya, tidak berarti ada rencana perubahan dalam waktu dekat.
Isu Suksesi dan Koneksi dengan Proyek Tim
Nama Enzo Maresca sempat mencuat sebagai kandidat potensial pengganti Guardiola.
Namun, sang pelatih menepis anggapan bahwa dirinya mulai terpisah dari proses pengambilan keputusan klub.
Guardiola justru mengaku masih sangat terlibat dalam pembangunan skuad baru City.
Ia menyebut ada banyak hal menarik yang sedang dipersiapkan, dan itu menjadi sumber antusiasme tersendiri baginya.
Bagi Guardiola, pertanyaan tentang kapan ia akan pergi bukan hal baru. Menurutnya, isu tersebut hampir selalu muncul di setiap musim, terutama ketika sebuah klub berada di level tertinggi.
Ia menegaskan masih memiliki sisa kontrak sekitar 18 bulan dan merasa bahagia dengan situasi saat ini. Fokusnya tetap pada pengembangan tim, bukan pada spekulasi masa depan.
Menutup konferensi pers, Guardiola terlihat tenang dan tidak defensif.
Alih-alih memperlihatkan kelelahan, ia justru tampak antusias membicarakan potensi skuad Manchester City, meski tetap menolak memberi kepastian mutlak tentang musim depan.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1