Pemkot Bandar Lampung Segera Cari Solusi Kelangkaan Solar, Pengangkutan Sampah Ikut Terdampak

Kelangkaan Solar di Bandarlampung segera dicarikan Solusi
gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Rabu, 26 Nov 2025 - 17:11 WIB
Sekda Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan.
Sekda Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan. - Foto: Melida Rohlita/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mulai turun tangan merespons kelangkaan solar yang dalam beberapa bulan terakhir terus dikeluhkan warga. 

Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menghambat layanan dasar di tingkat kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. 

Pemkot, kata dia, segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari jalan keluar agar distribusi solar kembali normal.

Advertisements

“Persoalan ini sudah berdampak pada banyak sektor. Karena itu kita akan segera berkoordinasi dengan Pertamina agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan solar,” katanya, Rabu, 26 November 2025.

Menurutnya, laporan terkait antrean panjang di sejumlah SPBU dan berkurangnya pasokan untuk kebutuhan operasional kendaraan sudah masuk sejak awal Oktober. 

Pemkot sendiri menilai kondisi ini harus diselesaikan secepat mungkin agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu instansi yang paling merasakan dampaknya. 

Advertisements

Kepala DLH, Yusnadi Ferianto, mengungkapkan armada pengangkut sampah kewalahan karena keterbatasan solar.

Pihaknya menyebut kelangkaan telah berlangsung sekitar satu setengah bulan, dan kondisi tersebut membuat ritme kerja armada tidak menentu. 

Beberapa truk, kata Yusnadi, bahkan terpaksa berhenti beroperasi karena menunggu jatah pengisian BBM.

“Kelangkaan BBM ini otomatis mengurangi operasional kendaraan sampah. Kadang armada harus antre panjang, bahkan ada yang baru bisa mengisi keesokan harinya,” kata Yusnadi.

Advertisements

Dampaknya cukup signifikan. Dari kapasitas angkut rata-rata 700 ton sampah per hari, kini DLH hanya mampu menarik sekitar 600–650 ton. Sisanya tertunda dan menumpuk di sejumlah titik.

Sekitar 30–40 persen kegiatan pengangkutan, jelas Yusnadi, ikut tersendat. Meski begitu, DLH memastikan pihaknya terus mengefisienkan pola kerja agar layanan tetap berjalan, meskipun tidak optimal.

“Kami sudah mengimbau teman-teman di UPT untuk mengatur jadwal pengisian BBM dan berkoordinasi dengan Pertamina agar operasional tetap berjalan,” katanya.

Pemkot berharap koordinasi dengan Pertamina segera menghasilkan solusi konkret, terutama terkait ketersediaan solar untuk kendaraan operasional. 

Advertisements

Pemerintah menegaskan pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya karena kendala BBM.

Hingga kini, masyarakat dan sejumlah pelaku usaha di Bandar Lampung masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar, terutama di jam-jam sibuk. 

Pemkot Bandar Lampung memastikan akan mengawasi distribusi agar kelangkaan serupa tidak berkepanjangan.(*)

 

Advertisements

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements