Stop Minum Teh Saat Diare! Ini Minuman dan Makanan yang Boleh Dikonsumsi

gambar-user/mRvGLMtwO8M8YpVJMRyfoioQcU4vOXo4QdRhyiM0.jpg
⁠Yasmin Faicha - Kamis, 27 Nov 2025 - 09:03 WIB
Ilustrasi Diare.
Ilustrasi Diare. - Instagram/@kemenkesri

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Diare menjadi salah satu masalah pencernaan yang sering dialami oleh tubuh. Perut yang terasa nyeri dan kram hingga feses yang menjadi lembek dan cair, sehingga membuat penderita bolak-balik ke kamar mandi, tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Diare dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya infeksi, alergi atau keracunan makanan, konsumsi obat tertentu, hingga adanya penyakit lain yang memicu tubuh mengalami diare.

Ketika tubuh mengalami diare dan frekuensi buang air besar (BAB) menjadi lebih dari tiga kali dalam sehari, cairan dan elektrolit akan banyak hilang dari tubuh.

Hal tersebut lah yang bisa memicu dehidrasi pada tubuh. Sehingga dalam kasus diare, fokus masalahnya adalah diare itu sendiri dan dehidrasi atau kehilangan cairan dan elektrolit yang terjadi.

Advertisements

Banyak masyarakat yang masih awam dengan jenis minuman dan makanan diuretik, Minuman atau makanan diuretic adalah jenis yang dapat memberi peningkatan pada air dan garam yang dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin.

Jika makanan atau minuman jenis ini dikonsumsi ketika tubuh mengalami diare, risikonya adalah diare akan menjadi semakin parah dan tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit yang lebih banyak.

Salah satu minuman diuretik yang masih sering dikonsumsi oleh penderita diare adalah teh. Segala jenis teh sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi ketika sedang mengalami diare. Selain teh, kopi juga merupakan minuman diuretik.

Tubuh yang menderita diare membutuhkan asupan cairan dan elektrolit yang cukup. Sehingga penderita diare harus melakukan pertolongan pertama berupa rehidrasi.

Advertisements

Asupan cairan dan elektrolit dapat didapatkan dengan meminum oralit, air mineral, atau larutan gula dan garam.

Pencernaan yang sedang mengalami gangguan ini juga membutuhkan makanan yang mudah untuk dicerna agar usus tidak bekerja lebih berat.

Penderita diare disarankan untuk mengonsumsi pisang, nasi putih, apel, dan roti panggang. Pisang merupakan buah dengan kandungan serat dan karbohidrat yang kompleks, yang dapat memadatkan feses dan meredakan diare.

Nasi putih termasuk makanan yang mudah dicerna sekaligus dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat harian, sehingga usus yang sedang sensitif selama diare tidak akan bekerja lebih berat.

Advertisements

Kandungan pektin yang dimiliki oleh apel dapat meredakan diare karena kandungan ini dapat memperlambat gerak usus. Apel dapat dikonsumsi dengan cara dilembutkan agar lebih mudah dicerna.

Perasaan mual yang seringkali hadir saat tubuh mengalami diare mungkin membuat nafsu makan menurun sehingga penderita tidak berselera untuk memakan makanan berat seperti nasi putih. Roti panggang bisa menjadi pilihan karena termasuk makanan kering dan praktis untuk dikonsumsi.

Selain empat makanan di atas, penderita diare juga dapat mengonsumsi telur rebus, kentang rebus, oatmeal, biskuit, dan sup ayam.

Apabila diare tidak membaik setelah melakukan rehidrasi lebih dari 24 jam, muncul demam tinggi, muntah, feses berdarah, dan nyeri hebat pada perut, maka penderita disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Advertisements

*Peserta Magang Kemnaker Batch 1

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements