RADARLAMPUNG.CO.ID – Perkembangan teknologi di era modern menghadirkan fenomena baru di kalangan pengguna perangkat digital.
Di satu sisi, masyarakat semakin bergantung pada konektivitas internet untuk bekerja, berkomunikasi, hingga hiburan.
Namun di sisi lain, banyak pengguna mulai mengalami kelelahan akibat terlalu sering menatap layar ponsel atau yang dikenal sebagai screen fatigue.
Menjawab kondisi tersebut, Xiaomi menghadirkan sejumlah perangkat ekosistem pintar yang dirancang untuk menjaga konektivitas tanpa membuat pengguna terus-menerus bergantung pada smartphone.
Pada awal Maret 2026 di Jakarta, perusahaan teknologi asal Tiongkok itu memperkenalkan empat perangkat AIoT terbaru, yaitu Xiaomi Watch 5, Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W, Xiaomi Tag, dan Redmi Buds 8 Pro.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menjelaskan bahwa peluncuran produk tersebut merupakan bagian dari strategi Xiaomi untuk memperkuat ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung.
“Ekosistem kami kini menghubungkan lebih dari 1 juta perangkat dari 200 kategori. Kami ingin memudahkan hidup lewat koneksi antargawai yang terintegrasi dalam komitmen Human X Car X Home,” ujar Andi.
Salah satu perangkat yang menjadi sorotan utama adalah Xiaomi Watch 5.
Jam tangan pintar ini hadir dengan desain premium yang memadukan layar berukuran sekitar 1,54 inci, rangka berbahan stainless steel, serta lapisan kaca safir yang memberikan perlindungan tambahan terhadap goresan.
Perangkat ini menjalankan sistem operasi Wear OS 6 dan menjadi smartwatch Xiaomi pertama yang dilengkapi asisten kecerdasan buatan Google Gemini.
Dengan dukungan teknologi tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai fitur langsung dari pergelangan tangan.
Mulai dari meminta informasi kepada asisten AI hingga melakukan pembayaran digital melalui Google Wallet tanpa harus membuka ponsel.
Xiaomi Watch 5 juga dilengkapi sistem kontrol berbasis gestur yang memanfaatkan kombinasi sensor EMG, IMU, dan PPG.
Melalui teknologi ini, pengguna cukup melakukan gerakan sederhana seperti mencubit jari atau menggerakkan pergelangan tangan untuk menjalankan fungsi tertentu, misalnya mengatur alarm atau mengaktifkan kamera pada smartphone.
Dari sisi performa, Xiaomi Watch 5 ditenagai arsitektur prosesor ganda yang menggabungkan Snapdragon W5 Gen 1 dengan co-processor BES2800.
Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kinerja dan efisiensi daya.
Jam tangan ini juga dibekali baterai berkapasitas 930 mAh dengan teknologi silikon-karbon yang diklaim mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode pintar atau hingga 18 hari dalam mode hemat daya.
Untuk aktivitas luar ruangan, Xiaomi turut menyematkan dukungan dual-band GNSS guna meningkatkan akurasi pelacakan lokasi.
Selain smartwatch, Xiaomi juga menghadirkan UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W, powerbank dengan desain sangat tipis yang dirancang untuk mobilitas tinggi.
Perangkat ini memiliki ketebalan sekitar 6 milimeter dengan bobot sekitar 98 gram, sehingga ukurannya mendekati kartu dan mudah dibawa di dalam saku.
Di balik bodinya yang ramping, powerbank ini menyimpan baterai berkapasitas 5.000 mAh berbasis silikon-karbon yang mampu mendukung pengisian daya nirkabel hingga 15 watt, sekaligus pengisian melalui kabel USB-C.
Perangkat lain yang tidak kalah menarik adalah Xiaomi Tag, alat pelacak pintar yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan barang-barang penting seperti kunci, dompet, atau tas.
Bobotnya hanya sekitar 10 gram, sehingga mudah dipasang pada berbagai benda tanpa terasa mengganggu.
Xiaomi Tag menggunakan baterai tipe CR2032 yang diklaim dapat bertahan lebih dari satu tahun.
Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan terhadap air dan debu.
Fitur pelacakan Xiaomi Tag dapat terintegrasi dengan jaringan pelacakan populer seperti Apple Find My maupun Google Android Find Hub, sehingga memudahkan pengguna menemukan barang yang hilang melalui smartphone.
Untuk meningkatkan keamanan pengguna, Xiaomi juga menambahkan fitur alarm anti-penguntitan yang dirancang untuk melindungi privasi.
Melengkapi rangkaian perangkat ekosistem pintar tersebut, Xiaomi juga menghadirkan Redmi Buds 8 Pro, earbuds nirkabel yang menawarkan kualitas audio premium.
Perangkat ini menggunakan konfigurasi coaxial triple-driver yang dikombinasikan dengan teknologi Dolby Audio.
Pengguna dapat memilih berbagai mode suara seperti Standard, Music, Video, Game, hingga Audiobooks sesuai kebutuhan.
Redmi Buds 8 Pro juga dilengkapi fitur Active Noise Cancellation (ANC) yang mampu meredam kebisingan hingga 55 desibel pada rentang frekuensi tertentu.
Sistem peredam bising ini bekerja dengan menganalisis suara lingkungan hingga 32.000 kali per detik, sehingga pengalaman mendengarkan menjadi lebih nyaman.
Selain itu, earbuds ini dilengkapi tiga mikrofon berbasis AI yang mampu menjaga kejernihan suara saat panggilan telepon, bahkan ketika pengguna berada di lingkungan berangin.
Dari sisi daya tahan, Redmi Buds 8 Pro mampu digunakan hingga 8 jam dalam sekali pengisian, dan dapat mencapai 33 jam pemakaian jika digabungkan dengan daya dari charging case.
Fitur pengisian cepat juga memungkinkan pengguna mendapatkan waktu penggunaan hingga dua jam hanya dengan mengisi daya selama lima menit.
Dengan peluncuran berbagai perangkat AIoT tersebut, Xiaomi menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu pengguna tetap produktif, terhubung, dan nyaman beraktivitas tanpa harus terus-menerus bergantung pada smartphone.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1