Akses Ambulans Jadi Prioritas, Dishub Bandar Lampung Tegaskan Tak Ada U-Turn Permanen Dekat Jalur RS

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Rabu, 08 Apr 2026 - 14:35 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu.
Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu. - Foto.Anggi Rhaisa/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung memastikan tidak akan melakukan penutupan permanen pada titik putaran balik (U-turn) di jalur protokol yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan.

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran akses kendaraan darurat, terutama ambulans.

Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menjelaskan bahwa meski rekayasa lalu lintas terus dilakukan untuk mengurai kemacetan, faktor kegawatdaruratan medis tetap menjadi pertimbangan utama.

"Di jalur tersebut terdapat rumah sakit. Kami memikirkan nasib ambulans yang membawa pasien darurat. Jika ditutup permanen, rute yang harus ditempuh akan terlalu jauh. Oleh karena itu, kami lebih memilih pola buka-tutup," ujar Socrat.

Advertisements

Saat ini, Dishub memberikan perhatian khusus pada titik-titik kepadatan di Jalan Teuku Umar dan Jalan Zainal Abidin Pagar Alam. 

Mengingat volume kendaraan yang melonjak tajam pada jam berangkat dan pulang kerja, sistem buka-tutup diberlakukan secara situasional.

Beberapa titik fokus pengaturan meliputi, U-Turn Koga Atas (Area dekat Holland Bakery) dan U-Turn Koga Bawah (Depan Mie Koga)

Socrat menambahkan, penggunaan barrier (pembatas) maupun penjagaan personel di lapangan merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bandar Lampung untuk mengurai antrean kendaraan tanpa mengorbankan aksesibilitas penting.

Advertisements

Selain rekayasa U-turn, Dishub kini tengah mengintensifkan strategi pengelolaan lalu lintas secara menyeluruh di Kota Tapis Berseri. 

Hal ini mencakup penataan parkir hingga penertiban parkir liar yang sering dikeluhkan masyarakat sebagai pemicu kemacetan, terutama di area pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban berlalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan di titik-titik krusial kota.

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements