RADARLAMPUNG.CO.ID – Tren penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat.
Pilihan model semakin beragam dan harganya kian kompetitif.
Namun di tengah derasnya penawaran, Hyundai mengingatkan bahwa konsumen harus lebih cermat sebelum memutuskan beralih ke mobil listrik.
Tidak cukup hanya melihat harga atau fitur, tetapi perlu menilai fondasi utama yang menentukan kenyamanan jangka panjang.
Pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berakhir Minggu, 30 November 2025, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memaparkan empat syarat utama yang sebaiknya diperiksa konsumen.
Syarat tersebut yakni lokasi produksi dan TKDN, kematangan teknologi, kesiapan layanan purnajual, serta ekosistem pengisian daya.
1. Lokasi Produksi dan TKDN
Hyundai menegaskan bahwa keempat aspek tersebut menjadi penentu apakah sebuah EV benar-benar layak dimiliki.
Hyundai menempatkan asal produksi sebagai syarat pertama yang harus diperhatikan.
EV yang diproduksi secara Completely Knock Down (CKD) dinilai lebih terjamin dari sisi harga, ketersediaan suku cadang, dan dukungan purnajual.
Contoh paling jelas ada pada All-new KONA Electric, yang kini dirakit di Indonesia menggunakan baterai produksi lokal.
Langkah ini mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) KONA Electric hingga 80 persen, tertinggi di segmennya.
Selain membantu industri dalam negeri, produksi lokal juga mempercepat suplai suku cadang dan membuat harga lebih kompetitif, karena berhak atas insentif PPnBM ditanggung pemerintah.
Hyundai menjelaskan manfaat tersebut dalam pernyataan resminya.
“Produksi lokal memberikan keuntungan ganda: harga yang lebih kompetitif berkat insentif pemerintah, serta jaminan ketersediaan suku cadang yang lebih cepat (lead time) dibanding mobil impor,” tulis Hyundai dalam pernyataan resminya.
2. Teknologi yang Relevan, Bukan Sekadar Tren
Hyundai juga mengingatkan bahwa teknologi pada EV harus benar-benar fungsional, bukan sekadar penampilan futuristik.
All-new KONA Electric menawarkan perangkat keselamatan Hyundai SmartSense dan sistem konektivitas Bluelink yang memungkinkan pemilik memantau kendaraan dari jarak jauh.
Pendekatan desain interiornya juga berbeda dari banyak EV baru yang sepenuhnya mengandalkan layar sentuh.
KONA Electric tetap mempertahankan tombol fisik untuk sejumlah fungsi penting demi memastikan pengemudi dapat mengoperasikan fitur dengan lebih aman.
Pendekatan ini dianggap lebih sesuai dengan karakter pengemudi Indonesia yang masih terbiasa menggunakan kontrol manual.
Dari sisi performa, efisiensinya dibuktikan melalui pengujian rute Jakarta–Semarang sejauh sekitar 420 km.
Pada akhir perjalanan, mobil masih menyisakan 15–20 persen baterai, atau setara 70–95 km tambahan, menepis kekhawatiran terkait jarak tempuh.
3. Aftersales yang Kuat Menjadi Pondasi Kepercayaan Konsumen
Layanan purnajual menjadi faktor penting berikutnya. Hyundai saat ini memiliki lebih dari 110 jaringan dealer resmi yang dapat menangani EV, termasuk teknisi tersertifikasi global untuk servis kendaraan listrik.
Kehadiran jaringan ini menjadi penentu kualitas perawatan jangka panjang sekaligus memastikan konsumen tidak perlu menunggu lama jika mengalami kendala teknis.
Hyundai juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun, menambah ketenangan bagi pengguna pemula EV yang masih ragu dengan durabilitas komponen ini.
4. Ekosistem Pengisian Daya yang Terintegrasi
Ekosistem charging menjadi faktor penentu dalam pemilihan EV.
Hyundai telah memperluas jaringan pengisian daya yang kini mencapai lebih dari 600 titik di seluruh Indonesia.
Melalui program EV Charging Subscription, pemilik mobil listrik, bahkan dari merek lain dapat mengakses jaringan charging publik dengan biaya lebih hemat dibanding tarif reguler.
Program ini didukung berbagai mitra dan mencakup opsi fast charging hingga ultra-fast charging.
Hyundai juga menyediakan layanan pemasangan home charger untuk kebutuhan pengisian di rumah.
Pada hari terakhir GJAW 2025, Hyundai menawarkan paket “Total Care EV Experience” untuk pembelian All-new KONA Electric yang dibanderol mulai Rp500 jutaan.
Paket ini mencakup bunga 0%, DP 20%, gratis layanan servis, gratis asuransi all risk, hingga kuota pengisian daya publik 150 kW per bulan selama lima tahun.
Selain itu, Hyundai memberikan program trade-in dengan tambahan nilai hingga Rp20 juta, khusus untuk kendaraan terdampak banjir.
All-new KONA Electric menjadi contoh produk yang hadir tidak hanya sebagai kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem mobilitas yang terbangun secara menyeluruh.
Kehadirannya mencerminkan arah baru industri otomotif Indonesia menuju elektrifikasi yang lebih matang dan berkelanjutan.