Di Jakarta Dibasmi, di Amazon Ikan Sapu Sapu Jadi Makanan Favorit

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 16 Apr 2026 - 06:01 WIB
Ikan sapu sapu yang ditangkap di perairan Jakarta
Ikan sapu sapu yang ditangkap di perairan Jakarta - instagram/@jakarta.terkini

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Ikan sapu sapu selama ini dikenal sebagai 'pengganggu' di perairan perkotaan, termasuk di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan melakukan penertiban besar-besaran terhadap spesies ini karena dinilai merusak keseimbangan ekosistem sungai dan selokan.

Populasinya yang cepat berkembang membuat ikan ini dianggap invasif dan mengancam keberadaan ikan lokal.

Namun, pandangan tersebut ternyata berbeda jauh jika melihat kondisi di wilayah lain dunia.

Advertisements

Di kawasan Amazon, ikan Sapu Sapu justru memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi.

Di negara seperti Peru dan Ekuador, ikan sapu sapu yang dikenal dengan nama lokal “carachama” menjadi salah satu sumber protein yang cukup populer di kalangan masyarakat.

Di berbagai wilayah Amazon seperti Amazonas, Loreto, hingga Ucayali, ikan ini tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi kuliner setempat.

Carachama dikenal memiliki daging berwarna putih dengan tekstur lembut, sehingga banyak disukai.

Advertisements

Ukurannya pun cukup ideal untuk konsumsi, dengan panjang rata-rata sekitar 30 sentimeter dan berat mencapai 300 gram saat dewasa.

Menariknya, ikan sapu sapu ini juga dikenal sebagai spesies yang cukup tahan lama dibandingkan ikan lain di wilayah Amazon.

Hal ini membuatnya semakin mudah dibudidayakan atau ditangkap sebagai bahan pangan.

Masyarakat lokal, terutama dari etnis Kichwa dan kelompok mestizo, bahkan mengolahnya menjadi hidangan khas yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Advertisements

Salah satu olahan yang cukup terkenal adalah sup tradisional berbahan dasar ikan ini, yang dikenal sebagai caldo de carachama atau chilcano de carachama.

Hidangan tersebut biasanya dimasak dengan cara sederhana, menggunakan ikan utuh yang direbus bersama bumbu seperti bawang putih, garam, paprika manis, serta rempah khas Amazon seperti sachaculantro.

Proses memasaknya relatif singkat, namun menghasilkan kuah yang kaya rasa.

Sup ini sering disajikan bersama bahan pendamping seperti yucca rebus atau pisang tanduk, lengkap dengan sambal khas berbahan buah cocona dan cabai lokal.

Advertisements

Di kalangan masyarakat setempat, hidangan ini bahkan dipercaya memiliki manfaat tambahan sebagai makanan penambah stamina dan membantu mengatasi anemia.

Tidak hanya dagingnya, bagian lain dari ikan ini juga dimanfaatkan. Telur carachama yang berwarna kuning hingga oranye terang dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Bahkan, dalam beberapa tradisi lokal, telur tersebut dikonsumsi langsung dan dianggap sebagai hidangan istimewa.

Perbedaan perlakuan terhadap ikan sapu-sapu ini menunjukkan bahwa nilai suatu spesies sangat bergantung pada lingkungan dan cara pengelolaannya.

Advertisements

Di perairan yang tercemar seperti di kota besar, ikan ini lebih sering dianggap sebagai hama. Sebaliknya, di lingkungan yang masih bersih seperti Amazon, ikan yang sama justru menjadi sumber pangan bernilai.

Fenomena ini sekaligus membuka perspektif baru bahwa ikan sapu sapu sebenarnya memiliki potensi, asalkan berasal dari habitat yang sehat dan dikelola dengan baik.

Dengan pendekatan yang tepat, spesies ikan sapu sapu ini yang dianggap masalah di satu tempat bisa menjadi sumber manfaat di tempat lain.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements