Jangan Asal Lari, Ini 10 Cara Aman untuk Pemula agar Jantung Tetap Sehat dan Kuat

gambar-user/C3ZWmnZKprjS9mSJXwanvQLIyPNICo9u3RZcgA8D.webp
Dwi Rahmawati - Kamis, 16 Apr 2026 - 05:59 WIB
Baru mau mulai lari? Jangan asal gas. Ikuti 10 langkah ini biar tubuh tetap aman dan jantung makin kuat. Siap mulai dari sekarang?
Baru mau mulai lari? Jangan asal gas. Ikuti 10 langkah ini biar tubuh tetap aman dan jantung makin kuat. Siap mulai dari sekarang? - Freepik/@drobotdean

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Memulai kebiasaan lari sering kali dilakukan dengan semangat tinggi, namun tanpa persiapan yang matang.

Padahal, tubuh terutama jantung membutuhkan proses adaptasi agar tidak mengalami tekanan berlebih.

Bagi pemula, pendekatan yang tepat bukan soal kecepatan atau jarak, melainkan konsistensi dan peningkatan bertahap.

Dengan metode yang benar, risiko cedera hingga gangguan jantung bisa diminimalkan, sekaligus membantu meningkatkan kebugaran secara perlahan.

Advertisements

Berikut panduan lari sehat yang aman untuk pemula:

1. Awali dengan jalan kaki

Langkah pertama yang disarankan adalah membiasakan diri dengan jalan kaki. Aktivitas ini membantu tubuh beradaptasi tanpa memberikan tekanan berlebih. Fokus utama di tahap ini adalah durasi, bukan kecepatan.

2. Naikkan ke intensitas jalan cepat

Advertisements

Setelah terbiasa, tingkatkan ke jalan cepat. Aktivitas ini mulai melatih jantung bekerja lebih aktif, namun tetap dalam batas aman. Lakukan secara rutin hingga tubuh terasa nyaman.

3. Kombinasikan jalan dan lari ringan

Mulailah menyelingi jalan dengan lari ringan. Misalnya, lakukan lari selama satu menit, lalu jalan dua menit, dan ulangi beberapa kali. Cara ini membantu tubuh beradaptasi secara bertahap.

4. Gunakan durasi sebagai patokan

Advertisements

Pemula sebaiknya tidak terpaku pada jarak atau kecepatan. Mulailah dengan durasi 15–20 menit, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit setiap minggu.

5. Tingkatkan beban latihan secara perlahan

Penambahan intensitas harus dilakukan secara bertahap. Memaksakan diri terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko cedera dan kelelahan.

6. Perhatikan respons tubuh

Advertisements

Tubuh selalu memberikan sinyal. Jika muncul pusing, nyeri dada, atau sesak napas berlebihan, segera hentikan aktivitas dan istirahat.

7. Lakukan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan penting untuk mempersiapkan tubuh sebelum berlari, sementara pendinginan membantu menormalkan detak jantung setelah latihan.

8. Sisipkan waktu istirahat

Advertisements

Istirahat bukan tanda kemunduran, melainkan bagian penting dari proses latihan. Tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan agar bisa berkembang optimal.

9. Jaga asupan dan cairan tubuh

Nutrisi yang cukup sangat penting untuk mendukung aktivitas fisik. Karbohidrat memberi energi, protein membantu pemulihan, dan hidrasi menjaga fungsi tubuh tetap stabil.

10. Jadikan lari sebagai kebiasaan sehat

Advertisements

Jika dilakukan secara konsisten, lari dapat membantu memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Bahkan, latihan ringan yang rutin sudah memberikan manfaat besar.

Kesimpulan

Lari sehat bagi pemula bukan tentang seberapa cepat atau jauh, tetapi bagaimana memulainya dengan benar. Dengan proses bertahap, tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang tanpa risiko berlebihan.

(*Peserta Magang Kemnaker Batch 1 

Advertisements

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements