BANDAR LAMPUNG– Persoalan luapan air yang kerap menggenangi sejumlah titik di Kota Tapis Berseri pasca hujan deras langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.
Melalui Tim Satgas Lapangan, Pemkot melakukan aksi pembersihan besar-besaran drainase di kawasan Jalan Pulau Singkep, Kecamatan Sukarame hingga Tanjungkarang Timur.
Aksi ini menjadi jawaban atas keluhan warga terkait kapasitas aliran air yang menurun akibat tumpukan sampah dan sedimentasi yang menebal.
Berdasarkan data yang dihimpun, masalah utama yang memicu luapan air saat hujan deras adalah penyempitan dimensi drainase. Hal ini disebabkan oleh:
Endapan sedimen yang tebal (lumpur dan pasir).
Hambatan fisik berupa tanaman merambat yang menutup jalur air.
Sumbatan sampah domestik di dalam gorong-gorong.
Kondisi tersebut membuat drainase tidak mampu menampung debit air hujan, seperti yang terjadi pada sore kemarin, sehingga air meluap ke jalanan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan normalisasi total.
Satgas gabungan yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, dan Dinas PU, dibantu aparat kecamatan serta linmas, dikerahkan untuk mengangkat sedimen dan sampah.
Meski cuaca di Bandar Lampung terpantau sangat terik, petugas tetap menyisir drainase di sepanjang Jalan Pulau Singkep.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) mencatat pembersihan sedimentasi dan perbaikan talud dilakukan secara serentak di 18 titik strategis.
Selain di Sukarame, normalisasi juga menyasar wilayah Kelurahan Tanjung Senang melalui penataan konstruksi bangunan di bantaran sungai.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi temporer, melainkan bagian dari komitmen solusi jangka panjang mengatasi banjir.
“Normalisasi sungai dan gorong-gorong tetap menjadi prioritas kami, terutama melakukan pembersihan sedimen yang tebal di setiap sudut kota,” tegas Bunda Eva—sapaan akrabnya.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan kinerja pemerintah.
Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke saluran air menjadi kunci utama agar sistem drainase yang telah dibersihkan tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.