TULANG BAWANG BARAT- Guna mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menuju 'Pendidikan Bermutu untuk Semua', OREO berkolaborasi dengan Yayasan Indonesia Mengajar menggelar program 'OREO Berbagi Seru' di SDN 24 Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Kegiatan yang berlangsung pada 20-23 Mei 2026 ini diintegrasikan langsung untuk mendukung sosialisasi 'Lima Pilar Pendidikan Karakter' yang sedang gencar diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba demi menyambut Visi Indonesia Emas 2045.
Melalui program ini, sebanyak 1.400 siswa Sekolah Dasar di Tubaba bersiap dibentuk menjadi Generasi SERU (Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul) lewat pendekatan belajar yang menyenangkan.
Bupati Tubaba: Kita Siapkan Karakter Fondasi Indonesia Emas 2045
Hadir langsung memantau jalannya edukasi, Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., menegaskan pentingnya mempersiapkan kualitas generasi muda sejak dini demi menghadapi tantangan bonus demografi.
"Di Tubaba, kami mencanangkan program Lima Pilar Pendidikan Karakter, yaitu: Cinta kepada Tuhan dan Segenap Ciptaan-Nya, Disiplin, Sopan Santun, Bekerja Sama, serta Cinta Tanah Air dan Peduli Lingkungan," ujar Novriwan.
Novriwan menambahkan, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah menggeser pola dari sekadar 'mengajar' menjadi 'mendidik'.
"Dalam mendidik, kita bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menyiapkan karakter sebagai fondasi. Kecerdasan yang penting ditanamkan adalah kecerdasan emosional, bukan hanya intelektual. Kami berharap pelaku usaha seperti OREO bisa terus membersamai kami menuju Tubaba yang kita harapkan," harapnya.
Terapkan Pendekatan Deep Learning Lewat Alat Peraga Interaktif
Program "OREO Berbagi Seru" ini membawa angin segar bagi metode pembelajaran di kelas.
Pendekatan yang digunakan selaras dengan prinsip kurikulum nasional yang menekankan pada aspek deep learning (belajar mendalam) melalui joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).
Guru Kelas 4 SDN 24 Tulang Bawang Tengah, Sinta Purnawa Dewi, S.Pd., mengungkapkan bahwa metode ini berhasil membuat siswa terjun langsung dalam proses belajar mengajar.
"Poin utamanya adalah berkesadaran, mendalam, dan menyenangkan. Setelah guru menerangkan materi, anak-anak diberikan alat peraga. Mereka membaca pertanyaan dan rekan yang lain menjawab. Ini otomatis melatih kerja sama tim secara efektif," kata Sinta.
Hal senada diungkapkan Kepala SDN 24 Tulang Bawang Tengah, Ponirin, S.Pd.I. Menurutnya, alat peraga dari Tim OREO ini sangat mempermudah guru mencapai tujuan pembelajaran karena memicu siswa berpikir kritis dan aktif.
"Ke depan, kami siap mengombinasikan jadwal pembelajaran. Misalnya setengah jam menggunakan metode interaktif ini dan waktu lain untuk pembelajaran umum agar kelas tidak monoton," jelas Ponirin.
Edukasi Orang Tua: Kurangi Ketergantungan Gadget Anak di Rumah
Perwakilan Indonesia Mengajar, Ilham Fathurahman dan Timor Pengembara, menambahkan bahwa program ini dikemas lewat pelatihan intensif selama empat hari yang melibatkan 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas di Tubaba. Sebanyak 270 alat belajar seru dipasok untuk menunjang kebutuhan siswa.
Menariknya, program ini tidak hanya menyasar aktivitas di sekolah, tetapi juga mengedukasi para orang tua di rumah.
"Orang tua dilatih untuk membuat alat permainan edukatif sendiri di rumah menggunakan bahan sederhana seperti kertas, tusuk sate, atau kelereng. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk mempererat kedekatan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada gadget," urai tim Indonesia Mengajar.
Solusi Jembatani Kesenjangan Pendidikan Inklusif
Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa komitmen OREO di bidang pendidikan telah berjalan secara konsisten.
Melalui payung program "OREO Berbagi" yang diinisiasi sejak 2024, pihaknya fokus pada pemberdayaan ekosistem pendidikan secara menyeluruh (guru, orang tua, dan anak).
"Tahun ini, melalui tema 'OREO Berbagi Seru', kami ingin berkontribusi dalam membantu para siswa mendapatkan pendidikan berkualitas, berkarakter, dan seru secara merata guna menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia," papar Anggya.
Untuk itu, OREO bersama Indonesia Mengajar mendesain alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris. Hingga akhir tahun 2026, alat-alat ini akan didistribusikan ke 7 provinsi di Indonesia, termasuk menyasar wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Tubaba sendiri terpilih menjadi kabupaten ketiga yang disambangi setelah Kabupaten Lebak dan Pangandaran.
Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi menyukseskan program ini.
Anggya Kumala menyebutkan, lewat setiap pembelian produk OREO, sebagian keuntungan penjualan akan langsung dikonversikan menjadi donasi untuk perluasan program edukasi nasional ini di berbagai wilayah Indonesia.