RADARLAMPUNG.CO.ID - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik pada bangunan serta mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu berbagai masalah kesehatan.
Dilansir dari unggahan Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat tiga jenis masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan di lokasi bencana. Kemenkes mengklasifikasikan data berdasarkan tiap provinsi, dengan rincian sebagai berikut:
1. Aceh
Keluhan kesehatan yang paling banyak dilaporkan pengungsi di Aceh adalah penyakit kulit sebanyak 238 kasus.
Disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 126 kasus dan diare sebanyak 49 kasus.
2. Sumatera Utara
Kasus penyakit kulit di Sumatera Utara menjadi yang tertinggi dibandingkan dua provinsi lainnya, mencapai 2.824 kasus.
ISPA dengan 2.436 kasus juga menduduki daftar teratas terbanyak dari Aceh dan Sumatera Barat. Kemudian, Influenza-Like Illness (ILI) tercatat sebanyak 738 kasus.
3. Sumatera Barat
Berbeda dengan Aceh dan Sumatera Utara, ISPA menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan di Sumatera Barat.
Kasus ISPA tercatat sebanyak 181 kasus, diikuti 131 kasus demam, dan 103 kasus darah tinggi.
Satu penyakit yang muncul di data ketiga provinsi tersebut adalah ISPA. ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, seperti hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Penyakit ini bersifat akut, muncul tiba-tiba, dan berkembang cepat. ISPA dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri, terutama ketika lingkungan tidak higienis, udara lembap, atau terjadi bencana seperti banjir yang meningkatkan risiko infeksi.
ISPA termasuk penyakit dengan angka kejadian tinggi dan dapat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, serta melalui tangan atau benda yang terkontaminasi.
Gejala ISPA meliputi batuk (kering atau berdahak), demam, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, lemas, hilang nafsu makan, serta napas cepat atau berbunyi, terutama pada anak-anak.
Selain penyakit-penyakit tersebut, terdapat beberapa penyakit pasca banjir lain yang perlu diwaspadai, seperti Leptospirosis dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dalam hal ini, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan guna mengurangi risiko penyakit pasca banjir, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan matang dan air bersih.
- Rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.
- Selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah.
- Mencegah gigitan nyamuk untuk menghindari DBD.
*Peserta Magang Kemnaker Batch 1