BANDAR LAMPUNG– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa sore, 14 April 2026, menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Akibatnya, Tim SAR Gabungan harus bekerja ekstra mengevakuasi ratusan warga yang terjebak genangan air hingga banjir bandar Lampung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansah, mengonfirmasi bahwa sebanyak 109 warga berhasil dievakuasi dari pemukiman mereka yang terendam air dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter.
"Tim SAR Gabungan bergerak sejak semalam hingga dini hari tadi untuk memastikan warga yang terdampak banjir, terutama lansia dan anak-anak, berada di posisi yang aman," ujar Deden Ridwansah, Rabu 15 April 2026.
Operasi evakuasi dilakukan secara bertahap di beberapa kecamatan yang mengalami dampak terparah, di antaranya, Kecamatan Way Halim pada Jalan Abimanyu, Kelurahan Jagabaya I.
Lalu Kecamatan Kedamaian pada Jalan Citra Gang Man Antasari dan Jalan Pangeran Antasari Gang Persada.
Kecamatan Bumi Waras di Gang Karawang.
Basarnas Lampung menerima laporan darurat dari Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, Aris, pada pukul 21.15 WIB. Tim rescue segera diberangkatkan 15 menit berselang dan tiba di titik lokasi pertama sekitar pukul 22.30 WIB.
Deden mengakui adanya kendala teknis di lapangan yang sempat menghambat pergerakan tim. "Banyaknya lokasi yang terdampak secara bersamaan membuat waktu tempuh tim menjadi lebih lama. Ditambah lagi akses jalan yang terputus karena genangan air yang cukup tinggi," tambahnya.
Setelah melakukan penyisiran dan pemantauan intensif, operasi SAR dinyatakan selesai pada pukul 02.25 WIB dini hari tadi. Hal ini diputuskan setelah kondisi hujan berhenti dan debit air di pemukiman warga mulai berangsur surut.
Aksi penyelamatan ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas Lampung, BPBD Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran, Sabhara Polda Lampung, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Atas kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Lampung untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, warga diminta segera melapor jika melihat kenaikan debit air yang signifikan di lingkungan masing-masing.
Dibagian lain, Hujan lebat yang mengepung kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4) malam berujung duka.
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak banjir dan tertimpa reruntuhan talut rumah yang roboh di wilayah Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Korban diketahui bernama Dewi Maelai (32), Warga Jalan Pendawa II, LK II, Kelurahan Garuntang.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat intensitas hujan mencapai puncaknya sekitar pukul 22.21 wib.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung, Sarkoni membenarkan kejadian memilukan tersebut.
Menurutnya, korban tertimpa dinding takut yang tidak kuat menahan debit air dan tekanan tanah akibat hujan deras pada Selasa (14/4) malam.
"Tim Satgas cepat tanggap banjir BPBD Bandar Lampung dibantu warga langsung berupaya mengevakuasi korban. Namun, kondisi korban dinyatakan meninggal dunia saat sampai di rumah sakit,"ungkap Sarkoni saat dikonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026.
Selain, Musibah korban banjir di Garuntang ini, yang menjadi salah satu lokasi titik terparah banjir bandar Lampung.
Terjadi, beberapa genangan air hingga banjir hampir seluruh kecamatan seperti di Kedaton, Kemiling, Sukarame, hingga perumahan elit di Bandar lampung.