Banjir Rendam Mesuji Timur, Dapur Umum Disiapkan di Dusun Tebing

Ardian Mukti - Minggu, 18 Jan 2026 - 16:19 WIB
Dapur umum untuk warga Mesuji timur ýang terdampak banjir, Minggu, 18 Januari 2026.
Dapur umum untuk warga Mesuji timur ýang terdampak banjir, Minggu, 18 Januari 2026. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID– Dinas Sosial Kabupaten Mesuji membuka dapur umum bagi warga yang terdampak banjir di Dusun Tebing, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur. 

Dapur umum tersebut mulai beroperasi pada Minggu, 18 Januari 2026, dan dipusatkan di Balai Dusun Tebing.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mesuji, Muzairi, mengatakan dapur umum dibuka bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.

“Mulai hari ini dapur umum dibuka di Balai Dusun Tebing Desa Talang Batu untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Muzairi saat dikonfirmasi.

Advertisements

Ia menjelaskan, dapur umum tersebut menyiapkan makanan dua kali sehari, yakni pagi dan sore, bagi sekitar 1.800 jiwa yang terdampak banjir.

“Setiap hari kami menyiapkan makanan pagi dan sore untuk kurang lebih 1.800 warga terdampak,” katanya.

Pendistribusian makanan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji.

Selain layanan dapur umum, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan ke sejumlah wilayah terdampak banjir. Bantuan tersebut antara lain beras, mie instan, sarden, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Advertisements

Banjir di Kabupaten Mesuji terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam, 8 Januari 2026. Salah satu titik yang terdampak adalah Dusun Tebing, Desa Talang Batu.

Sekretaris BPBD Kabupaten Mesuji, Angga Pramudita, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga dipengaruhi kondisi sungai.

“Selain hujan deras, banjir dipicu oleh sedimentasi sungai dan banyaknya gulma di sekitar aliran air,” kata Angga.

Ia menambahkan, ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga mencapai 1 meter.

Advertisements

Hingga saat ini, kondisi banjir masih dalam pemantauan instansi terkait sesuai perkembangan di lapangan.(*)

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements