BANDAR LAMPUNG – Hujan lebat yang mengepung Kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4) malam berujung duka.
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak banjir dan tertimpa reruntuhan talut rumah yang roboh di wilayah Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Korban diketahui bernama Dewi Maelai (32), warga Jalan Pendawa II, LK II, Kelurahan Garuntang. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat intensitas hujan mencapai puncaknya sekitar pukul 22.21 WIB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung, Sarkoni, membenarkan kejadian memilukan tersebut. Menurutnya, korban tertimpa dinding talut yang tidak kuat menahan debit air dan tekanan tanah akibat hujan lebat pada Selasa (14/4) malam.
"Tim satgas cepat tanggap banjir BPBD dibantu warga langsung berupaya mengevakuasi korban. Namun, kondisi korban dinyatakan meninggal dunia saat sampai di rumah sakit," ungkap Sarkoni saat dikonfirmasi, Rabu (15/4).
Musibah di Garuntang ini menjadi salah satu titik terparah di tengah kepungan banjir yang merata di hampir seluruh kecamatan, seperti Kedaton, Kemiling, Sukarame, hingga pemukiman elit Villa Citra.
Kondisi kritis ini membuat BMKG Lampung menetapkan status AWAS untuk Kota Bandar Lampung.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menyebut curah hujan tinggi ini menyebabkan peningkatan debit air permukaan secara drastis, terutama di daerah dataran rendah.
"Status AWAS diberlakukan untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi lebih lanjut. Suhu udara saat ini berkisar 23,0 °C – 33,0 °C dengan kelembapan mencapai 100 persen," jelas Rudi.
Di sisi lain, banjir yang menelan korban jiwa ini kembali memicu sorotan tajam terkait tata kota.
Irfan Tri Musri, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung mencatat lima masalah krusial pemicu banjir di Kota Tapis Berseri, yakni, Buruknya sistem drainase, Hilangnya daerah tangkapan air Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tata kelola sungai yang tidak optimal dan Sedimentasi sungai akibat tumpukan sampah.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, terpantau meninjau langsung beberapa lokasi terdampak sejak Selasa malam, termasuk jembatan di Kecamatan Tanjung Senang yang rencananya akan ditinggikan untuk memperlancar aliran air.
"Bunda Eva—sapaan akrabnya—turut berbelasungkawa dan mengingatkan warga agar tetap waspada, mengingat BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi kembali pada hari ini, Rabu (15/4).
"Pembangunan fisik terus kita upayakan, namun harus dibarengi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," tegas Bunda Eva.
Masyarakat kini diimbau untuk menghindari area rendah dan terus memantau informasi resmi dari BPBD serta BMKG guna menghindari jatuhnya korban susulan.