RADARLAMPUNG.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro yang baru dilantik, Ahmad Hariyanto, langsung menyoroti dua agenda utama yang akan menjadi fokus kerjanya.
Yaitu pembenahan tata kelola birokrasi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Usai dilantik pada Jumat, 12 Juni 2026, Ahmad menegaskan, langkah awal yang akan dilakukannya yakni melakukan penataan internal organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan program pembangunan daerah sangat bergantung pada soliditas aparatur dan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
"Yang pertama tentu penataan internal. Bagaimana pelayanan publik semakin responsif, organisasi berjalan efektif, dan komunikasi antarperangkat daerah terbangun dengan baik," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulang Bawang Barat itu menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan.
Tetapi juga oleh kemampuan seluruh perangkat daerah membangun sinergi dan bekerja dalam satu arah.
"Kita ini harus kerja bareng-bareng. Kalau semuanya kompak, pekerjaan akan terasa lebih ringan dan tujuan pembangunan akan lebih mudah tercapai," kata Ahmad.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya upaya menggali sumber-sumber pendapatan daerah secara lebih inovatif tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
"Kondisi saat ini menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam menggali potensi PAD. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan sektor swasta sesuai regulasi," ungkapnya.
Selain mengoptimalkan potensi yang sudah ada, Ahmad juga berencana mempelajari berbagai strategi yang telah diterapkan daerah lain dalam meningkatkan penerimaan daerah.
Menurutnya, praktik-praktik yang terbukti berhasil dapat menjadi referensi bagi Kota Metro dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.
"Kita akan melihat dan meniru daerah-daerah yang sudah baik dalam menggali potensi PAD. Hal-hal yang baik itu dapat kita contoh untuk kemudian diaplikasikan di Kota Metro," jelasnya.
Di sisi lain, Ahmad menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
"Semua unsur harus bersinergi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan efektif," imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan, posisi Sekda memiliki peran strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif serta menjembatani pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Ia meminta Sekda yang baru dilantik untuk menjaga integritas, netralitas birokrasi, dan memastikan pelayanan publik menjadi prioritas utama.
Dengan dilantiknya Ahmad Hariyanto sebagai Sekda definitif, Pemerintah Kota Metro berharap penguatan tata kelola birokrasi dan optimalisasi pendapatan daerah dapat berjalan lebih efektif untuk mendukung target pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya ingatkan agar menjadi teladan utama, menjunjung tinggi netralitas, integritas, tanggung jawab moral serta kedisiplinan. Bekerjalah dengan cepat, tegas, beretika dan berfokus pada pelayanan publik, bukan politik praktis," pungkasnya.