RADARLAMPUNG.CO.ID - Lupus merupakan salah satu masalah kesehatan yang masuk ke dalam kelompok Penyakit Tidak Menular (PTM).
Mengutip dari situs Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, lupus adalah penyakit autoimun yang bersifat menahun.
Penyakit yang lebih sering menyerang wanita usia produktif ini merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Lupus dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, hingga otak, sehingga gejalanya bisa sangat bervariasi pada setiap penderita.
Meski bersifat kronis, lupus dapat dikendalikan dan penderita tetap bisa menjalani hidup normal apabila penyakit ini terdiagnosis dan ditangani sejak dini.
Merujuk pada unggahan Instagram Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, gejala lupus dapat dikenali dengan melakukan metode SALURI (Periksa Lupus Sendiri), yakni mewaspadai gejala-gejala berikut:
1. Nyeri, sakit, atau bengkak pada sendi lebih dari 3 bulan.
2. Jari tangan atau kaki terasa pucat, kaku, dan tidak nyaman saat dingin.
3. Sariawan yang tidak sembuh lebih dari 2 minggu.
4. Kelainan darah seperti anemia, leukositopenia, atau trombositopenia.
5. Ruam kemerahan di wajah berbentuk kupu-kupu yang melintang dari pipi ke pipi.
6. Demam lebih dari 38°C tanpa sebab yang jelas.
7. Mengalami serangan kejang.
8. Ditemukannta protein dalam pemeriksaan urin.
9. Kulit menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari.
10. Rasa sangat lelah dan lemas meski sudah cukup beristirahat.
11. Nyeri dada saat menarik napas yang berlangsung beberapa hari.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam pengendalian lupus. Semakin cepat lupus dikenali, semakin besar pula peluang untuk mencegah kerusakan organ yang lebih parah.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1