RADARLAMPUNG.CO.ID - Warga Kampung Tanjung Raja Giham, Segara Midar, dan Beringin Jaya mendesak Pemkab Way Kanan segera membangun jalan penghubung ketiga kampung pada 2026.
Jalan itu dianggap vital bagi kehidupan sosial dan perekonomian warga, namun hingga kini belum tersentuh pembangunan meski selalu diusulkan tiap Musrenbang.
“Setiap tahun saat musrenbang kami memprioritaskan jalan Simpang Giham menuju Kampung Tanjung Raja Giham, tapi sudah lima tahun belum juga dibangun,” ujar Atu, tokoh pemuda setempat.
Atu menambahkan, warga kampung tidak berani mengarahkan dukungan politik, sehingga keterlambatan pembangunan bukan soal kemenangan calon tertentu, melainkan pengabaian hak warga.
Joni, Kepala Kampung Tanjung Raja Giham, mengaku heran karena jalan itu tidak diperbaiki, padahal menyulitkan warga beraktivitas dan menumbuhkan perekonomian lokal.
“Setiap Musrenbangcam kami mengajukan perbaikan jalan ke Pemkab Way Kanan, tapi nyatanya hampir lima tahun belum ada realisasi,” kata Joni.
Kepala Kampung Segara Midar dan Beringin Jaya juga menyampaikan keluhan serupa, bahwa permintaan perbaikan jalan disampaikan setiap tahun tapi tak pernah terealisasi.
Mereka heran karena jalan dari Simpang Kapuk menuju Kampung Tanjung Raja tetap rusak, menghambat mobilitas dan akses ekonomi warga tiga kampung.
Hi. Nagamas, SH, anggota DPRD Way Kanan dari Segara Midar, menyebut sudah beberapa kali meminta Dinas PU membangun jalan, tapi tidak ada tindakan nyata.
“Saya tidak tahu alasan Pemkab Way Kanan menunda pembangunan jalan ini, padahal vital bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat tiga kampung,” ujar Nagamas.
Ia berharap media dan publik bisa menekan Pemkab Way Kanan agar serius menindaklanjuti permintaan warga, yang selama ini kerap diabaikan.
Tiga berita terkait jalan ini ditulis Kepala Dinas PU Way Kanan Edwin Bahur, S.Sos, S.Si, namun belum bisa dihubungi untuk klarifikasi.
Sebelumnya Edwin menyatakan pembangunan di Way Kanan terbatas karena anggaran, sehingga proyek prioritas kadang tertunda.