RADARLAMPUNG.CO.ID – Satlantas Polres Metro mencatat sebanyak 141 pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal yang diduga karena kondisi jalan rusak di Kota Metro selama empat bulan terakhir.
Kasat Lantas Polres Metro, AKP Farid Riyanto melalui Kanit Gakkum Satlantas, Aiptu Suwarno, menyebutkan bahwa selama periode Januari hingga 6 Mei 2026, tercatat sejumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Bumi Sai Wawai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Dari hasil pendataan di lapangan, kondisi infrastruktur jalan yang rusak, mulai dari lubang, aspal terkelupas, hingga minimnya penerangan, diduga menjadi faktor utama pemicu kecelakaan.
"Mayoritas kecelakaan yang kami tangani merupakan kecelakaan tunggal. Dan dari hasil analisis di lapangan serta laporan para korban, kondisi jalan rusak menjadi salah satu penyebab utama," ujarnya.
Lebih memprihatinkan, kecelakaan tersebut tidak tersebar secara acak, melainkan terkonsentrasi di beberapa ruas jalan utama yang menjadi jalur vital aktivitas warga.
Sedikitnya tiga titik tercatat paling rawan, yaitu Jalan Pattimura di Metro Utara, Jalan Budi Utomo di Metro Selatan, dan Jalan Sukarno-Hatta di Metro Barat.
Ketiga ruas itu merupakan jalur utama yang setiap hari dipadati pelajar, pekerja, hingga kendaraan angkutan barang.
Namun, kondisi infrastruktur yang kurang memadai justru menimbulkan risiko tersendiri bagi pengendara, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan.
"Mayoritas kecelakaan yang kami tangani merupakan kecelakaan tunggal. Dari hasil analisis di lapangan serta laporan para korban, kondisi jalan rusak di titik-titik itu," terangnya.
Sejumlah warga juga mengaku telah lama menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan tersebut.
Namun perbaikan yang dilakukan sejauh ini dinilai masih bersifat sementara dan belum menyentuh permasalahan utama.
"Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Banyak yang jatuh di Jalan Pattimura ini. Hampir tiap hari ada saja yang kecelakaan," ungkap Isnawati (39), warga Metro Utara yang juga menjadi korban laka tunggal.
Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya penanganan yang lebih serius bukan sekadar penanganan sementara,agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat kerusakan jalan dinilai telah cukup lama membahayakan pengguna jalan.