RADARLAMPUNG.CO.ID - Peristiwa ponsel kemasukan air masih menjadi masalah yang sering dialami pengguna smartphone, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi atau kondisi lingkungan lembap.
Tak sedikit pengguna yang panik saat perangkat jatuh ke air dan mempertanyakan apakah ponsel tersebut masih dapat diperbaiki.
Masuknya cairan ke dalam perangkat dapat menyebabkan kerusakan serius pada berbagai komponen, mulai dari layar, speaker, hingga sistem sirkuit internal.
Jika tidak segera ditangani, air dapat memicu korsleting dan memperparah kondisi ponsel.
Menjawab risiko tersebut, produsen smartphone kini semakin menonjolkan fitur ketahanan air sebagai nilai jual utama, bahkan pada segmen ponsel kelas menengah.
Sertifikasi tahan air menjadi indikator penting bagi konsumen yang ingin perangkat lebih aman dari paparan cairan sehari-hari.
Meski begitu, ponsel dengan label tahan air tidak berarti kebal dalam segala kondisi.
Setiap perangkat memiliki batas perlindungan yang berbeda, tergantung pada sertifikasi yang dimilikinya.
Standar yang umum digunakan adalah IP (Ingress Protection), yang menunjukkan tingkat ketahanan terhadap debu dan cairan.
Kode IP terdiri dari dua angka, seperti IP68. Angka pertama menandakan perlindungan terhadap partikel debu, sementara angka kedua menunjukkan kemampuan perangkat bertahan dari air.
Pada umumnya, ponsel dengan sertifikasi IP68 mampu bertahan di air tawar pada kedalaman tertentu dalam waktu terbatas sesuai standar pengujian.
Pengujian sertifikasi IP dilakukan di lingkungan laboratorium dengan kondisi terkontrol.
Oleh karena itu, hasil penggunaan di dunia nyata bisa berbeda, tergantung tekanan air, suhu, dan jenis cairan yang mengenai perangkat.
Jika ponsel sudah terlanjur terendam air, peluang perbaikan masih terbuka, terutama bila penanganan dilakukan dengan cepat.
Kerusakan ringan yang belum menyentuh komponen utama biasanya masih dapat diperbaiki di pusat layanan resmi.
Namun, bila air sudah mencapai motherboard atau sistem internal utama, biaya perbaikan bisa menjadi sangat mahal.
Proses perbaikan umumnya melibatkan pembongkaran perangkat, pengeringan menyeluruh, pembersihan sirkuit, serta penggantian komponen yang rusak.
Teknisi juga menyarankan agar ponsel segera dimatikan setelah terkena air.
Langkah ini penting untuk mencegah arus listrik yang dapat menyebabkan korsleting tambahan.
Selain memilih smartphone dengan sertifikasi tahan air, pengguna juga disarankan menerapkan langkah pencegahan, seperti menghindari perendaman terlalu lama, membersihkan ponsel setelah terkena air asin atau kotor dan tidak mengisi daya saat perangkat masih basah.
Kombinasi antara pemilihan perangkat yang tepat dan kebiasaan penggunaan yang bijak dapat membantu memperpanjang usia smartphone
Selain itu juga dapat meminimalkan risiko kerusakan akibat air.
*(Peserta Magang Kemnaker Batch 1