RADARLAMPUNG.CO.ID - Hyundai Ioniq 5 kerap dianggap menarik karena desainnya yang ikonik dan statusnya sebagai salah satu mobil listrik paling dikenal di Indonesia.
Namun, di balik tampilan futuristis itu ada sejumlah fitur yang justru paling berguna untuk pemakaian harian, tetapi sering luput dibahas karena kalah populer dibanding obrolan jarak tempuh dan harga.
Fitur yang paling jarang dipahami secara utuh adalah Vehicle to Load atau V2L.
Ioniq 5 dapat berfungsi sebagai sumber daya listrik hingga 3,6 kW untuk perangkat elektronik.
Sehingga mobil bisa dimanfaatkan sebagai penyuplai listrik ketika bepergian, berkegiatan di luar ruang, atau saat butuh daya cadangan untuk peralatan tertentu.
Banyak orang mengira fungsinya hanya untuk mengisi daya gawai, padahal kapasitasnya jauh lebih besar selama pengguna memahami batas beban yang aman.
Fitur lain yang tergolong tersembunyi, tetapi dampaknya besar untuk pengalaman sehari hari, adalah kemampuan pengisian yang kompatibel dengan infrastruktur 400 volt dan 800 volt.
Pada praktiknya, ini membuat Ioniq 5 lebih fleksibel menghadapi variasi stasiun pengisian, karena mobil dapat menyesuaikan diri dengan jenis infrastruktur yang tersedia tanpa pengguna harus memikirkan teknisnya.
Bagi pemilik yang sering bepergian lintas kota, kompatibilitas seperti ini bisa menjadi pembeda ketika fasilitas pengisian di rute yang ditempuh tidak seragam.
Dari sisi kenyamanan, basis platform E GMP juga sering disebut, tetapi manfaat konkretnya jarang diterjemahkan dalam bahasa yang mudah.
Platform khusus kendaraan listrik ini memungkinkan ruang kabin lebih lega.
Mendukung pengisian lebih cepat, serta memberikan pengendalian yang lebih stabil karena posisi paket baterai berada di dalam wheelbase dan titik beratnya rendah.
Hasilnya, kabin terasa lapang dan mobil cenderung lebih tenang saat dipakai untuk perjalanan jauh.
Ada pula fitur kenyamanan yang terlihat sederhana, tetapi biasanya baru terasa bernilai setelah dipakai rutin.
Di daftar fitur resminya, Ioniq 5 mencantumkan heated 2nd row seats, smart power tailgate, wireless phone charging, dan memory seats configurations.
Fitur seperti smart power tailgate, misalnya, sering dianggap remeh sampai pengguna berulang kali membawa barang belanjaan, koper, atau barang bawaan keluarga.
Untuk keselamatan aktif, Hyundai menempatkan SmartSense sebagai paket bantuan berkendara yang mengandalkan sensor, kamera, peringatan, alarm, serta perangkat lunak.
Di materi resmi Hyundai, SmartSense disebut mencakup aplikasi seperti Smart Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Driver Attention Warning untuk membantu memantau kondisi berkendara.
Di Indonesia, nilai tambah fitur seperti ini biasanya paling terasa saat perjalanan tol dan saat menghadapi lalu lintas padat, ketika beban fokus pengemudi meningkat.
Pada akhirnya, bedah fitur Ioniq 5 yang paling menarik justru bukan pada hal yang sudah sering diulang, melainkan pada kemampuan yang jarang dipahami pembeli.
Hal unik tersebut seperti V2L 3,6 kW dan fleksibilitas pengisian 400 volt dan 800 volt, ditambah keuntungan platform E GMP yang membuat kabin lega dan pengendalian lebih stabil.
Dengan sudut pandang ini, pembaca bisa melihat Ioniq 5 bukan sekadar mobil listrik ikonik, melainkan perangkat mobilitas yang fungsional untuk kebutuhan sehari hari di Indonesia.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1