RADARLAMPUNG.CO.ID - Pikun, atau yang dikenal secara medis sebagai demensia, sering kali dimulai dari hal-hal kecil.
Lupa menaruh kunci. Lupa jalan pulang. Lupa nama anak atau cucu. Hingga pada tahap lanjut, seseorang bisa lupa siapa dirinya sendiri. Kondisi ini terjadi perlahan dan progresif.
Demensia adalah istilah umum untuk penurunan fungsi kognitif yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu bentuk yang paling dikenal adalah Alzheimer's disease, namun ada juga jenis lain seperti demensia vaskular yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah di otak.
Gejala awalnya sering dianggap sepele, seperti mudah lupa, sulit menemukan kata yang tepat, bingung dengan waktu atau tempat, atau sulit mengambil keputusan.
Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti minum kopi setiap hari mungkin membantu menurunkan risiko terjadinya demensia.
Sebuah penelitian jangka panjang yang dilakukan selama 43 tahun terhadap 131.000 orang menemukan hasil bahwa orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko 18% lebih rendah untuk mengalami demensia.
Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat menjadi salah satu faktor protektif terhadap penurunan fungsi otak.
Kunci manfaat ini sendiri terletak pada kafein. Kafein diketahui dapat meningkatkan aliran darah ke otak (perfusi serebral), membantu distribusi oksigen dan nutrisi lebih optimal, hingga menjaga kesehatan pembuluh darah otak.
Kerusakan pembuluh darah merupakan salah satu penyebab utama demensia, terutama demensia vaskular. Dengan menjaga aliran darah tetap lancar, risiko kerusakan jaringan otak dapat berkurang.
Selain itu, peningkatan perfusi serebral membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal dalam jangka panjang.
Namun, bagi sebagian orang yang merasakan efek samping kopi dan tidak cocok karena kondisi medis tertentu seperti jantung berdebar atau sulit tidur, teh bisa menjadi alternatif.
Teh juga mengandung kafein, meski lebih rendah dibanding kopi, dan memiliki efek serupa dalam meningkatkan aliran darah ke otak.
Satu hingga dua cangkir teh per hari dapat menjadi pilihan yang lebih ringan namun tetap bermanfaat.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1