Crema Espresso Bukan Hiasan, Ini Perannya dalam Rasa Kopi

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Selasa, 07 Apr 2026 - 14:32 WIB
Lapisan crema pada espresso menjadi ciri khas kopi berkualitas
Lapisan crema pada espresso menjadi ciri khas kopi berkualitas - Ilustrasi-Pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Bagi pecinta kopi, terutama espresso, lapisan busa berwarna cokelat keemasan di permukaan minuman tentu sudah tidak asing lagi.

Lapisan ini dikenal dengan sebutan crema, yang sering dianggap sebagai tanda kopi berkualitas tinggi.

Namun, sebenarnya apa fungsi crema dalam kopi? Apakah benar keberadaannya selalu menentukan rasa yang lebih enak?

Crema terbentuk saat air panas bertekanan tinggi melewati bubuk kopi pada proses ekstraksi espresso.

Advertisements

Tekanan tersebut memaksa gas karbon dioksida yang terperangkap di dalam biji kopi keluar dan bercampur dengan minyak alami kopi, sehingga menghasilkan lapisan busa halus di bagian atas.

Keberadaan crema bukan sekadar elemen visual. Lapisan ini memiliki beberapa peran penting dalam pengalaman menikmati kopi.

Salah satunya adalah membantu “mengunci” aroma. Senyawa aromatik dalam kopi cenderung mudah menguap, dan crema berfungsi menahannya agar aroma tetap terjaga hingga saat diminum.

Selain itu, crema juga memberikan tekstur yang lebih lembut. Saat diseruput, espresso dengan crema terasa lebih halus dan tidak terlalu tajam di lidah.

Advertisements

Inilah yang membuat sensasi minum kopi terasa lebih seimbang.

Dari sisi rasa, crema turut membawa senyawa minyak dan gas yang memperkaya profil rasa kopi. Perpaduan pahit, asam, dan sedikit manis bisa terasa lebih kompleks berkat lapisan ini.

Tak hanya itu, crema juga sering dijadikan indikator kualitas ekstraksi. Espresso yang baik umumnya memiliki crema yang cukup tebal dan stabil.

Sebaliknya, crema yang tipis atau cepat hilang bisa menjadi tanda bahwa biji kopi kurang segar atau teknik penyeduhan belum optimal.

Advertisements

Meski demikian, crema bukan satu-satunya penentu kualitas kopi. Dalam beberapa pandangan ahli, crema justru bisa memberikan sedikit rasa pahit yang tidak selalu disukai.

Bahkan, ada yang memilih mengaduk atau menghilangkan crema untuk mendapatkan rasa kopi yang lebih bersih.

Artinya, keberadaan crema lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pengalaman menikmati kopi secara keseluruhan, bukan standar mutlak untuk menilai kualitas.

Di tengah tren kopi yang semakin berkembang, pemahaman tentang elemen kecil seperti crema menjadi penting.

Advertisements

Bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga membantu penikmat kopi memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan dalam setiap tegukan.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements