RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumor soal MacBook “murah” Apple kembali memanas setelah nama MacBook Neo mendadak muncul di halaman kepatuhan regulasi pada situs Apple, lalu cepat menghilang.
Dalam daftar perangkat MacBook tahun 2026, tercantum entri “MacBook Neo (Model A3404)” yang sempat terlihat publik sebelum akhirnya dihapus, tetapi tangkapan layar keburu tersebar di komunitas teknologi.
Kejadian ini dinilai memperkuat dugaan bahwa Apple sedang menyiapkan model MacBook entry-level yang posisinya berada di bawah MacBook Air.
Apalagi Apple baru saja merilis MacBook Air berchip M5 dengan harga mulai US$ 1.099 di Amerika Serikat.
Menariknya, laporan yang beredar menyebut MacBook Neo tidak akan memakai prosesor seri M seperti lini MacBook modern, melainkan chip iPhone (A-series) untuk menekan biaya produksi.
Kandidatnya adalah A18 Pro atau A19 Pro, meski bagian ini masih sebatas rumor karena dokumen yang bocor tidak memuat spesifikasi teknis detail.
Jika benar menggunakan chip iPhone, perangkat ini diperkirakan ditujukan untuk kebutuhan ringan hingga menengah seperti browsing, tugas kantor, streaming, serta pemakaian harian yang tidak terlalu berat, dengan sasaran utama pelajar dan pengguna kasual.
Selain isu chipset, dokumen yang ikut terbaca oleh media juga mengisyaratkan beberapa fitur konektivitas yang bakal dibawa MacBook Neo.
MacRumors melaporkan bahwa perangkat ini disebut akan memiliki dua port USB-C dan port MagSafe untuk pengisian daya, serta diperkirakan hadir dengan warna-warna cerah seperti pink, biru, dan kuning.
Di sisi nirkabel, MacBook Neo disebut mendukung Wi-Fi 7, namun bukan memakai chip jaringan internal Apple, melainkan mengandalkan chip MediaTek untuk Wi-Fi dan Bluetooth.
Kombinasi dua USB-C dan MagSafe ini membuatnya terdengar “aman” untuk pemakaian harian, meski kelasnya entry-level.
Perihal desain dan layar, rumor yang beredar menyebut MacBook Neo bisa membawa layar berukuran sekitar 12,9 inci yang sekaligus memunculkan spekulasi kembalinya ukuran MacBook yang lebih ringkas.
Akan tetapi, sekali lagi, detail seperti ukuran panel, refresh rate, sampai konfigurasi memori belum bisa dipastikan karena Apple belum mengumumkannya secara resmi.
Hal yang cukup konsisten adalah arah produk in baru yang lebih terjangkau, “tanpa embel-embel” Air atau Pro, dan tampaknya disiapkan untuk memperluas jangkauan pasar Mac di segmen harga bawah.
Dari sisi harga, sejumlah media menyebut Apple menargetkan banderol di bawah US$ 1.000, sehingga MacBook Neo berpotensi menjadi Mac laptop termurah yang pernah dirilis Apple pada era Apple Silicon.
Prediksi harga yang sering muncul berada di kisaran US$ 599–US$ 799, meskipun angka ini masih bersifat perkiraan dan belum dikonfirmasi Apple.
Jika angka itu mendekati kenyataan, MacBook Neo diperkirakan akan berhadapan langsung dengan laptop Windows entry-level dan Chromebook, terutama di pasar pendidikan yang selama ini lebih “ramah” untuk perangkat murah.
Soal jadwal, 9to5Mac menyebut Apple dijadwalkan menggelar media “experience” pada 4 Maret 2026 pukul 9.00 ET, dan momen tersebut digadang-gadang sebagai waktu paling masuk akal untuk memperkenalkan MacBook Neo.
Sampai ada pengumuman resmi, seluruh detail di luar nama MacBook Neo dan kode Model A3404 masih berada di ranah bocoran, sehingga publik perlu menunggu konfirmasi Apple untuk kepastian spesifikasi, harga final, serta ketersediaan di tiap negara.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1