gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Kamis, 16 Apr 2026 - 07:50 WIB
komponen RAM yang mulai mengalami penurunan harga
komponen RAM yang mulai mengalami penurunan harga - Ilustrasi-Pixabay

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Setelah sempat melonjak tajam sepanjang 2025 akibat tingginya kebutuhan industri kecerdasan buatan, harga RAM kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Meski begitu, harga yang beredar di pasar masih tergolong tinggi dan belum kembali ke level normal.

Laporan terbaru dari rantai pasokan di Asia menyebutkan bahwa harga memori jenis DDR5 RAM mengalami penurunan cukup signifikan hingga mendekati 30 persen dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, DDR4 RAM juga mulai terkoreksi sekitar 5 persen, menjadi penurunan pertama sejak Februari 2025.

Advertisements

Untuk DDR4 kapasitas 16GB, harga spot kini berada di kisaran USD 74,10 atau sekitar Rp1,1 juta.

Penurunan ini memutus tren kenaikan panjang yang sebelumnya membebani pasar komponen PC selama lebih dari satu tahun.

Padahal, pada awal 2025, harga DDR4 dengan kapasitas yang sama sempat berada di titik sangat rendah, yakni sekitar USD 3,20 atau setara Rp50 ribuan.

Lonjakan kebutuhan infrastruktur AI, terutama untuk pusat data, membuat harga melesat hingga ribuan persen dalam waktu singkat.

Advertisements

Hal serupa juga terjadi pada DDR5. Saat ini, harga spot untuk modul 16GB berada di angka USD 37,20 atau sekitar Rp500 ribuan.

Penurunan ini mulai terasa di pasar ritel, terutama di platform e-commerce global, di mana beberapa paket RAM 32GB bahkan dijual hingga 30 persen lebih murah dibanding bulan sebelumnya.

Meski terlihat menjanjikan, harga RAM sejatinya masih jauh dari kata murah. Dibandingkan awal 2025, harga komponen ini masih bisa mencapai puluhan kali lipat lebih tinggi.

Menurut laporan DigiTimes, ada dua faktor utama yang memicu penurunan harga secara tiba-tiba.

Advertisements

Pertama, banyak distributor yang sebelumnya menimbun stok saat harga naik kini mulai menjual kembali persediaan mereka untuk mengurangi beban gudang.

Faktor kedua datang dari inovasi teknologi baru yang diperkenalkan oleh Google, yakni teknik kompresi memori bernama TurboQuant.

Teknologi ini disebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan memori, sehingga membuat pelaku pasar khawatir terhadap penurunan permintaan di masa depan.

Kendati demikian, penurunan harga di level distribusi belum tentu langsung dirasakan oleh konsumen.

Advertisements

Hal ini karena transaksi di pasar spot hanya mencakup sebagian kecil dari total perdagangan memori secara global.

Sebaliknya, harga di pasar kontrak—yang digunakan oleh produsen besar, justru diperkirakan akan meningkat cukup tajam, bahkan mencapai 58 hingga 63 persen. 

Kondisi ini berpotensi menahan penurunan harga di tingkat konsumen dalam waktu dekat.

Tidak hanya RAM, komponen penyimpanan berbasis NAND juga diprediksi mengalami kenaikan harga hingga 75 persen dalam periode yang sama.

Advertisements

Dampaknya, harga SSD dan perangkat penyimpanan lainnya kemungkinan masih akan terus naik.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tanda-tanda penurunan, harga komponen PC masih berada dalam fase tidak stabil.

Bagi gamer maupun perakit PC, kondisi RAM ini membuat keputusan untuk upgrade atau merakit perangkat baru tetap perlu dipertimbangkan dengan matang.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Advertisements

 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements