Solidaritas Lampung! 50 Relawan Diterjunkan untuk Bantu Banjir Besar di Tiga Provinsi

Lampung perkuat kesiapsiagaan bencana sambil mengirim relawan ke tiga provinsi terdampak banjir.
Prima Imansyah Permana - Selasa, 02 Des 2025 - 17:55 WIB
BPBD Lampung siaga 24 jam, kirim relawan, dan pantau cuaca real time untuk antisipasi bencana akhir tahun.
BPBD Lampung siaga 24 jam, kirim relawan, dan pantau cuaca real time untuk antisipasi bencana akhir tahun. - Foto Dok. Dompet Dhuafa

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengirimkan 50 relawan terlatih untuk membantu penanganan bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pengiriman relawan ini merupakan bentuk solidaritas Lampung terhadap daerah-daerah yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat banjir masif dalam sepekan terakhir.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intens dengan berbagai pihak untuk memastikan dukungan Lampung berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Untuk aksi respons terhadap bencana di tiga provinsi, kita sudah berkoordinasi. Kita sepakat mengirimkan 50 orang relawan terlatih untuk aksi di tiga provinsi. Nanti kita bagi berdasarkan kualifikasi relawannya,” ujar Rudy saat ditemui di lobi Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 2 Desember 2025.

Advertisements

Rudy menjelaskan, selain mengirim relawan, BPBD Lampung tetap memperkuat kesiapsiagaan di daerah sendiri.

Saat ini BPBD telah membuka posko siaga 24 jam melalui Pusdalops yang memantau kondisi iklim dan cuaca secara real time berbasis satelit.

“Kita melakukan pemantauan terutama terkait iklim, siklon, angin, dan cuaca di Provinsi Lampung secara rinci, detail, dan real time. Kita juga selalu berkoordinasi dengan BMKG terkait pembaruan informasi cuaca,” ujarnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG dan BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas.

Advertisements

Rudy menegaskan bahwa Lampung kini memasuki musim hidrometeorologi basah sejak dasarian kedua Oktober, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Hampir seluruh kabupaten/kota di Lampung masuk zona merah rawan bencana hidrometeorologi.

Berbagai simulasi kebencanaan telah dilakukan di daerah rawan, termasuk penerapan rencana kontingensi banjir yang disusun pada 2022.

“Kita selalu waspada dan berkoordinasi. Kita juga sedang mengupayakan pemanfaatan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca melalui BNPB untuk meminimalisir dampak ketika terjadi hujan merata dan masif,” kata Rudy.

Advertisements

Dalam waktu dekat, BPBD Lampung juga akan menerima bantuan delapan unit kendaraan operasional dari BNPB untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Lampung.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements