Anggota Polda Lampung Tewas Ditembak Begal, Kapolda Perintahkan Tindakan Tegas

gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Sabtu, 09 Mei 2026 - 13:23 WIB
Anggotanya Tewas Tertembak, Kapolda Lampung Perintahkan Tangkap dan Tak ada Toleransi Pelaku
Anggotanya Tewas Tertembak, Kapolda Lampung Perintahkan Tangkap dan Tak ada Toleransi Pelaku - Dokumentasi

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID - Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu 9 Mei 2026.

Kedatangan jenderal bintang dua tersebut untuk melihat langsung jenazah Brigadir Arya Supena yang gugur usai ditembak pelaku curanmor di wilayah Kedaton, Bandar Lampung karena memergoki dua kawanan pencuri.

Dengan raut wajah serius, Helfi langsung menuju ruang jenazah didampingi sejumlah pejabat utama Polda Lampung dan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfred.

Suasana duka menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban dan rekan sesama anggota polisi ikut menunggu proses penanganan jenazah.

Advertisements

Dalam keterangannya, Helfi menegaskan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku penembakan yang menewaskan anggotanya tersebut.

“Tidak ada toleransi.Saya tegaskan, tindakan tegas akan dilakukan karena mereka sudah berani menggunakan senjata api dan menghilangkan nyawa anggota kami,” kata Helfi.

Peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 05:30 WIB di depan Toko Yussy Akmal, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Saat itu Brigadir Arya diketahui baru selesai melaksanakan piket di Direktorat Intelkam Polda Lampung.

Advertisements

Korban kemudian memergoki aksi pencurian kendaraan bermotor yang diduga dilakukan dua orang pelaku. Korban sempat menegur para pelaku. 

Namun salah seorang pelaku justru melakukan perlawanan hingga melepaskan tembakan.

Akibat tembakan tersebut, Brigadir Arya mengalami luka serius di bagian kepala bagian kiri.

Dia menyebut, Korban sempat mendapat penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Advertisements

Kapolda memastikan tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi juga mendalami asal senjata api yang digunakan dalam aksi kriminal tersebut.

“Kami terus memburu pelaku dan mengembangkan penyelidikan, termasuk menelusuri senjata api yang dipakai,” tegasnya.

Peristiwa itu memicu perhatian masyarakat lantaran aksi curanmor bersenjata api dinilai semakin nekat dan membahayakan warga maupun aparat penegak hukum.

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements