Dua Skenario Harga Emas Sepekan ke Depan: Berpotensi Tembus Rp3 Juta atau Layu ke Level Bearish?

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:43 WIB
Dua Skenario Harga Emas Sepekan ke Depan: Antam Berpotensi Tembus Rp3 Juta atau Layu ke Level Bearish?
Dua Skenario Harga Emas Sepekan ke Depan: Antam Berpotensi Tembus Rp3 Juta atau Layu ke Level Bearish? - Foto Pexels

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG - Pergerakan harga emas dalam sepekan ke depan (18–24 Mei 2026) diprediksi akan diwarnai volatilitas tinggi. 

Para analis dan lembaga keuangan global saat ini terbelah menjadi dua pandangan besar dalam melihat arah pergerakan komoditas harga emas ini.

Kubu pertama melihat adanya prediksi harga emas dunia memecahkan rekor tertinggi baru akibat tensi geopolitik yang kian tegang. 

Sementara kubu teknikal memperingatkan adanya risiko koreksi tajam (bearish) setelah reli panjang.

Advertisements

Bagi masyarakat Lampung dan para investor domestik, fluktuasi ini menjadi sangat krusial untuk dicermati. 

Berdasarkan data per 15 Mei 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di pasaran bertengger di level Rp2.819.000 per gram, disokong oleh posisi nilai tukar Rupiah yang berada di kisaran Rp17.600 per Dolar AS.

Menyikapi hal tersebut, redaksi radarlampung.co.id merangkum dua skenario pergerakan pasar emas sepekan ke depan yang wajib diantisipasi sebelum Anda mengambil keputusan investasi atau buyback.

Skenario I

Sentimen Bullish, Emas Antam Bersiap Tembus Rp3 Juta per Gram

Skenario pertama memproyeksikan harga emas dunia masih berada dalam tren penguatan kuat (bullish) dengan rentang pergerakan di kisaran USD 4.550 hingga USD 5.395 per troy ons.

Advertisements

Jika momentum ini terjaga, harga emas Antam di dalam negeri diproyeksikan melonjak tajam mendekati angka Rp3.000.000 per gram. 

Bahkan, beberapa prediksi ekstrem menyebut harga domestik bisa menyentuh Rp3.150.000 per gram.

Faktor pendorong utama skenario ini adalah

Eskalasi Geopolitik

Advertisements

Konflik yang terus memanas di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, menjaga fungsi emas sebagai aset aman (safe haven) paling diburu.

Pelemahan Rupiah

Posisi nilai tukar Rupiah terhadap USD yang melemah bertindak sebagai katalis ganda. Kondisi ini membuat kenaikan harga emas domestik bisa jauh lebih tinggi dan agresif dibanding kenaikan emas globalnya.

Skenario II

Tekanan Bearish, Risiko Koreksi Teknis Menuju USD 4.202

Sebaliknya, skenario kedua memberikan peringatan dini (warning) bagi para trader. 

Advertisements

Berdasarkan analisis teknikal global dari LiteFinance, emas dunia yang ditutup pada level USD 4.550,52 per troy ons per 15 Mei 2026 sebenarnya memperlihatkan tanda-tanda jenuh beli.

Dalam skenario koreksi ini, prediksi harga mas diproyeksikan bergerak melemah dengan rata-rata mingguan di kisaran USD 4.655,06 per troy ons, namun memiliki risiko meluncur ke batas bawah hingga USD 4.202,40 per troy ons.

Faktor penekan pasar dalam sepekan ke depan meliputi:

Indikator Teknikal Negatif

Advertisements

Munculnya pola Three Black Crows, penurunan indikator MACD, serta RSI yang berada di angka 34 menunjukkan momentum pelemahan yang kuat akibat penguatan indeks Dolar AS serta aksi ambil untung (profit taking).

Rilis Data Makroekonomi AS

Fokus pasar pekan ini tertuju pada publikasi notulen rapat FOMC, data PMI manufaktur dan jasa bulan Mei, serta ekspektasi inflasi dari University of Michigan. 

Jika data ekonomi AS keluar dengan hasil solid, harga emas dipastikan akan semakin tertekan.

Advertisements

Bila skenario bearish ini yang terjadi, harga emas Antam domestik diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah tipis, tertahan oleh posisi Rupiah yang masih melemah terhadap Dolar AS.

Meski ada potensi koreksi jangka pendek pada pekan ketiga Mei ini, para investor kelas kakap dinilai tidak perlu panik. 

Prospek jangka panjang emas menuju akhir tahun 2026 diprediksi tetap menjanjikan.

Sejumlah lembaga keuangan raksasa dunia, termasuk Goldman Sachs, tetap optimistis bahwa harga emas akan kembali rebound ke target USD 5.400 hingga USD 6.000 per troy ons.

Advertisements

Optimisme jangka panjang ini didorong oleh konsistensi bank-bank sentral global yang terus melakukan akumulasi cadangan emas mereka, serta ketidakpastian situasi geopolitik dunia yang diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat.

Analisis ini disajikan murni sebagai informasi pembaca radarlampung.co.id dan bukan merupakan rekomendasi atau perintah mutlak untuk membeli atau menjual aset emas  

Atur strategi keuangan Anda dalam memprediksi harga emas secara bijak.

Advertisements

Share:
Editor: Dian Saptari
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements