RADARLAMPUNG.CO.ID - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi merilis program diskon tarif tol hingga 20 persen untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Potongan berlaku untuk perjalanan jarak jauh non-stop dan hanya bisa digunakan bila saldo uang elektronik mencukupi.
Kebijakan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama puncak liburan akhir tahun agar perjalanan tetap lancar dan biaya bisa ditekan.
Kebijakan Resmi Diskon Tarif Tol Nataru
BPJT bersama sejumlah Badan Usaha Jalan Tol memastikan potongan tarif berlaku pada ruas-ruas yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan.
Informasi ini juga disampaikan melalui akun resmi @pupr_bpjt yang menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode libur panjang.
Potongan tarif berlaku untuk seluruh golongan kendaraan, tetapi pengguna harus memenuhi ketentuan utama, yakni menempuh perjalanan jarak terjauh pada satu ruas tol secara barrier to barrier menggunakan pembayaran elektronik.
Jika saldo tidak cukup atau sistem tidak membaca titik masuk dan keluar, potongan otomatis tidak bisa digunakan.
Itu sebabnya pengguna dianjurkan mengecek saldo dan memastikan kartu uang elektronik berfungsi dengan baik sebelum memasuki gerbang tol.
Syarat Wajib Dapat Diskon Tarif Tol 20 Persen
Untuk memanfaatkan potongan, perjalanan tidak boleh terputus atau keluar-masuk di gerbang yang tidak sesuai. Sistem harus membaca perjalanan secara penuh.
Program diskon ini berlaku pada 22, 23, dan 31 Desember 2025, sementara khusus Tol Manado–Bitung, masa potongan diperpanjang hingga 10 Januari 2026.
Dua ruas lain, yakni Tol Becakayu dan Tol Krian–Legundi–Bunder, telah lebih dulu menerapkan potongan lewat skema harga dinamis sejak Oktober.
Daftar Ruas Tol yang Mendapat Diskon Tarif
Diskon tarif tol diterapkan di berbagai ruas utama di Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Berikut daftar lengkap ruas yang mendapatkan potongan selama periode Nataru 2025/2026:
| Ruas Tol | Diskon |
|---|---|
| Jakarta–Cikampek | 20% |
| Jakarta–Cikampek Elevated (MBZ) | 20% |
| Cikampek–Palimanan | 20% |
| Palimanan–Kanci | 20% |
| Kanci–Pejagan | 10% |
| Pejagan–Pemalang | 10% |
| Pemalang–Batang | 10% |
| Batang–Semarang | 20% |
| Semarang ABC | 20% |
| Cisumdawu | 20% |
| Kelapa Gading–Pulogebang | 20% |
| Becakayu (dynamic pricing, non-sibuk) | 20% |
| Krian–Legundi–Bunder | 11,11% |
| Bakauheni–Terbanggibesar | 10% |
| Terbanggibesar–Pematang Panggang–Kayuagung | 20% |
| Kayuagung–Palembang | 10% |
| Indralaya–Prabumulih | 20% |
| Pekanbaru–Dumai | 20% |
| Pekanbaru–XIII Koto Kampar | 20% |
| Medan–Binjai | 10% |
| Belawan–Medan–Tanjung Morawa | 20% |
| Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi | 20% |
| Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat | 20% |
| Indrapura–Kisaran | 20% |
| Sigli–Banda Aceh | 20% |
| Manado–Bitung | 20% (hingga 10 Januari 2026) |
Penerapan potongan di sejumlah ruas ini diharapkan mampu membantu distribusi kendaraan sehingga tidak menumpuk pada satu koridor. Potongan juga dianggap bisa mendorong masyarakat memilih waktu tempuh yang lebih merata.
Pemerintah menargetkan potongan tarif ini tidak hanya menurunkan biaya perjalanan, tetapi juga membantu mengatur kepadatan kendaraan di jalur yang kerap menjadi titik rawan antrean.
Dengan insentif tarif lebih rendah di beberapa ruas, pergerakan kendaraan diprediksi terbagi lebih baik sehingga arus lintas tetap terkendali selama puncak perjalanan Nataru.
Kita disarankan memastikan saldo uang elektronik mencukupi dan merencanakan rute dengan matang agar manfaat diskon bisa dirasakan maksimal.
Program diskon tarif tol ini diharapkan membuat perjalanan libur akhir tahun lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.