WAY KANAN– Persoalan data pemilih yang sering kali menjadi "drama" klasik di setiap perhelatan demokrasi coba diantisipasi sejak dini oleh KPU Kabupaten Way Kanan.
Melalui skema pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih terbatas, petugas kini mulai rajin mengetuk pintu rumah warga.
Ketua KPU Way Kanan, Hairul Pasya, mengonfirmasi bahwa pasukannya sudah bergerak sejak 15 April 2026.
Fokus awal menyasar wilayah Kecamatan Umpu Semenguk dan Kecamatan Blambangan Umpu.
"Petugas melakukan pencocokan data secara langsung ke rumah warga. Tujuannya sederhana tapi krusial memastikan data di kertas sesuai dengan wajah dan kondisi faktual di lapangan," tegas Hairul Pasya.
Sentilan halus ini seolah mengingatkan bahwa validitas data tidak bisa hanya diselesaikan di balik meja atau sekadar copy-paste data lama.
Akurasi adalah harga mati agar hak pilih masyarakat tidak menguap begitu saja.
Bagi warga di kecamatan lain yang merasa rumahnya belum dikunjungi, harap bersiap.
Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) KPU Way Kanan, Nufi M. Yusuf, menyebutkan bahwa 'gerilya' data ini akan berlanjut ke wilayah lain pada 21 hingga 23 April 2026.
Nufi juga memberikan catatan penting bagi masyarakat.
Terkadang, proses pemutakhiran data terhambat karena warga yang kurang kooperatif atau memberikan informasi yang setengah matang.
"Kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat. Berikan informasi yang jujur dan benar kepada petugas agar proses ini berjalan optimal, bukan sekadar formalitas," imbuh Nufi.
Menariknya, langkah KPU ini tidak dibiarkan melenggang sendirian. Bawaslu Way Kanan dipastikan ikut 'pasang mata' di lapangan. Pengawasan ini menjadi pengingat bagi para petugas agar benar-benar bekerja sesuai koridor, sekaligus memastikan prinsip transparansi bukan sekadar jargon di atas kertas.
KPU Way Kanan tampaknya ingin mengirim pesan jelas mengenai pemilu yang berintegritas dimulai dari data yang bersih.
Kini, bola ada di tangan warga dan ketelitian petugas di lapangan untuk membuktikan sejauh mana kualitas demokrasi di Bumi Ramik Ragom tahun ini.