RADARLAMPUNG.CO.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganggarkan Rp 14 triliun untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, di SMPN 2 Menggala, Selasa, 28 April 2026.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Kabupaten Tulang Bawang pada 2025 mendapat bantuan revitalisasi untuk 38 sekolah.
Dari 38 sekolah itu, total anggaran yang diberikan Kemendikdasmen yakni Rp 41,6 miliar.
Proses pengerjaan revitalisasi tersebut juga telah selesai seluruhnya.
Bantuan revitalisasi 38 sekolah tersebut terbagi untuk 2 PAUD, 14 SD, 13 SMP, 7 SMA, dan 3 SMK.
Selain itu, Abdul Mu'ti melaporkan bahwa pada 2025 Kabupaten Tulang Bawang juga menerima program digitalisasi untuk 3.334 sekolah dengan total anggaran Rp 109,7 miliar.
Sebanyak 3.334 sekolah tersebut terdiri dari 877 PAUD, 1.694 SD, 562 SMP, 171 SMA, 23 SMK, 6 SLB, dan 1 PKBM.
"Kami berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi dari pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kualitas pembelajaran," harap Mendikdasmen.
Bantuan tersebut, lanjut Abdul Mu'ti, merupakan prasyarat untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Ia berharap bangunan hasil revitalisasi dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun budaya gerakan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI).
Menurutnya, hal itu dapat terwujud jika lingkungan sekolah bersih dan nyaman.
Mendikdasmen melanjutkan bahwa program digitalisasi saat ini juga telah banyak dimanfaatkan.
"Banyak sekolah yang kami kunjungi, murid-murid lebih semangat belajar dengan papan interaktif digital yang dimanfaatkan guru," terangnya.
Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pada 2026 program revitalisasi akan terus dilanjutkan.
Ia menyebutkan anggaran program tersebut mencapai Rp 14 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan.
"Sekarang sudah mulai proses verval dan kami juga mengajukan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan untuk 60.000 satuan pendidikan," jelasnya.
Ia menambahkan, jika disetujui, pada 2026 program akan menjangkau 71.744 satuan pendidikan.
Sementara itu, untuk program digitalisasi, saat ini baru tersedia satu IFP untuk setiap satuan pendidikan.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa Presiden RI berjanji pada 2026 akan dibagikan dua hingga tiga IFP per satuan pendidikan secara bertahap.
"Sekarang dalam proses pengajuan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan," lanjutnya.
Selain peningkatan sarana dan prasarana, Kemendikdasmen juga berupaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
"Guru yang belum D-IV atau S-1 diberikan bantuan studi melalui program RPL sebesar Rp 3 juta per semester," ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, guru kini juga mulai mendapatkan berbagai pelatihan.
Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, bimbingan konseling, STEM, dan pelatihan lainnya.
Untuk mendukung program ini, Kemendikdasmen juga menetapkan kebijakan satu hari belajar bagi guru untuk meningkatkan kemampuan.
Masih di tempat yang sama, Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan terima kasih kepada Mendikdasmen beserta jajarannya.
Ia mengapresiasi bantuan yang telah diberikan untuk Kabupaten Tulang Bawang.
Qudrotul Ikhwan berharap program revitalisasi dapat meningkatkan semangat belajar pelajar di daerahnya.
Menurutnya, kesuksesan program pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum atau tenaga pendidik, tetapi juga sarana dan prasarana sebagai faktor pendukung penting.