Diduga Provokasi Massa Bakar Ponpes di Mesuji, Pria Ini Diciduk Polisi

Ardian Mukti - Minggu, 10 Mei 2026 - 08:15 WIB
Diduga Provokasi Massa Bakar Ponpes di Mesuji, Pria Ini Diciduk Polisi.
Diduga Provokasi Massa Bakar Ponpes di Mesuji, Pria Ini Diciduk Polisi. - Foto Dok.Polsek Mesuji Timur

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

MESUJI - Jajaran Polsek Mesuji Timur mengamankan seorang pria yang diduga kuat provokasi massa bakar pondok pesantren di wilayah tersebut.

Pria ini berinisial AN (30), warga Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

Diduga kuat, pria tersebut menjadi provokator aksi anarkis massa yang berujung perusakan dan pembakaran fasilitas Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid.

Camat Mesuji Timur, Yudian Murbantaka, mengungkapkan bahwa diduga kemarahan warga dipicu oleh dendam lama terkait rekam jejak pengasuh Ponpes tersebut.

Advertisements

"Massa berbuat nekat diduga karena kejadian pencabulan yang dilakukan beberapa tahun lalu oleh pengasuh Ponpes terhadap santriwatinya sendiri. Warga geram karena dia kembali lagi ke pondok," jelas Yudian.

Sementara, Kapolsek Mesuji Timur Ipda Andri Fernandes, mewakili Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan penangkapan tersebut. 

Saat ini, terduga pelaku telah dilimpahkan ke Mapolres Mesuji untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Jumat, 8 Mei 2026. 

Advertisements

Sekira pukul 12.30 WIB, usai menjalankan ibadah Sholat Jumat, masyarakat Desa Tanjung Mas Jaya berkumpul untuk membahas pengembangan masjid desa.

Namun, di tengah pertemuan, pembahasan melebar ke keberadaan pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Kiyai Muhammad Fajar Sodiq. 

Warga mempertanyakan alasan sang kiyai kembali ke pondok, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan hasil musyawarah bahwa yang bersangkutan harus meninggalkan lokasi paling lambat pukul 00.00 WIB hari itu.

Masyarakat kemudian mencoba menyampaikan aspirasi dengan didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Agus Supriyadi, namun mediasi tidak membuahkan titik temu.

Advertisements

Situasi mulai memanas sekira pukul 19.00 WIB. Meski personel Polsek Mesuji Timur dan Camat setempat sudah berada di lokasi untuk meredam suasana, jumlah massa yang datang justru semakin berlipat ganda.

"Awalnya penyampaian aspirasi berlangsung kondusif, namun semakin malam massa semakin banyak dan berubah menjadi demonstrasi anarkis," ujar Ipda Andri, Minggu 10 Mei 2026.

Puncaknya pada pukul 23.00 WIB, massa yang tersulut emosi mulai melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas pondok. Beruntung, Muhammad Fajar Sodiq berhasil dievakuasi lebih dulu oleh petugas ke rumah warga, sehingga terhindar dari amukan massa yang sempat mencarinya.

Di tengah kericuhan tersebut, anggota Polsek Mesuji Timur bergerak cepat mengidentifikasi penggerak massa. Petugas berhasil mengamankan AN yang diduga melakukan provokasi agar warga membakar fasilitas pesantren.

Advertisements

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa, satu buah gelas air mineral ukuran 200 ml berisi bensin, satu unit sepeda motor Honda Vario matic.

"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengajak warga melakukan tindakan anarkis dengan cara membakar dan merusak," tegas Kapolsek Mesuji Timur , Ipda Andri 

Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Pihak kepolisian terus melakukan penggalangan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memastikan Kamtibmas tetap terjaga dan mencegah aksi susulan.

Advertisements

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements