RADARLAMPUNG.CO.ID - Insiden penikaman terjadi di Bakauheni, Lampung Selatan, hingga menewaskan seorang pria pasca diduga terlibat kesalahpahaman soal kartu SIM.
Ya, seorang pemuda berinisial DE (21) meninggal dunia usai menjadi korban penikaman di kawasan BHC, Kecamatan Bakauheni, Rabu malam, 27 Mei 2026.
Peristiwa itu diduga bermula dari kesalahpahaman antara korban DE dan pelaku berinisial MA (19).
Informasi yang dihimpun menyebut DE meminta kartu SIM miliknya yang dipegang seorang perempuan berinisial KL untuk dikembalikan.
Namun, situasi disebut memanas karena MA yang merupakan pacar KL merasa terganggu dengan persoalan tersebut.
MA kemudian mengajak KL mengembalikan kartu SIM ke rumah korban, tetapi DE disebut sedang tidak berada di lokasi.
Kartu SIM tersebut akhirnya dititipkan kepada keluarga korban sebelum MA dan KL pulang menuju Kalianda.
Dalam perjalanan, sepeda motor yang ditumpangi MA dan KL diduga dipepet oleh DE bersama rekannya berinisial AA.
Aksi saling kejar antara dua sepeda motor itu kemudian berujung keributan di kawasan pos keamanan BHC Siger Park.
Di lokasi tersebut, MA diduga melakukan penikaman terhadap DE menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Korban DE mengalami luka tusuk di bagian dada kiri dengan kedalaman sekitar empat sentimeter.
Terdapat juga korban lainnya, berinisial MZR, yang mengalami luka robek pada jari tangan kanan dan mendapat 28 jahitan.
Pelagku MA dikabarkan telah diamankan anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni.
DE sempat dilarikan ke RSUD Dr. Bob Bazar Kalianda sebelum dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek.
Humas RSUD Abdul Moeloek, Desy, membenarkan korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan di ruang IGD.
“Kondisi akhir, pasien dinyatakan meninggal pada jam 15.50 WIB dengan diagnosa syok hipovolemik, trauma thorax,” ujar Desy.
Kepala Desa Bakauheni, Sukirno, menyebut korban merupakan warga Dusun Muara Piluk Bawah.
“Iya warga Dusun Muara Piluk Bawah, saya juga baru siang ini dapat kabar,” kata Sukirno.
Sementara itu, Kapolsek KSKP Bakauheni, Fransiskus Yepta Terang Ginting, belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.