Mengaspal Tanpa Polusi, Intip Peta Gurita Perkembangan Bus Listrik di Indonesia

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Minggu, 31 Mei 2026 - 12:17 WIB
Bus Listrik BYD, Merek raksasa asal Tiongkok yang saat ini paling banyak diadopsi untuk memperkuat Bus Listrik untuk armada Transjakarta.
Bus Listrik BYD, Merek raksasa asal Tiongkok yang saat ini paling banyak diadopsi untuk memperkuat Bus Listrik untuk armada Transjakarta. - Foto Tangkap Layar Youtube@Aboico

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG- Wajah transportasi publik di Indonesia tengah mengalami pergeseran besar-besaran. 

Bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, penggunaan bus listrik di tanah air kini melesat sangat pesat.

Moda transportasi ramah lingkungan ini mulai mendominasi armada layanan umum di berbagai kota besar, jalur antarkota, fasilitas antar-jemput swasta, hingga merambah dunia olahraga profesional.

Langkah masif ini tidak lepas dari komitmen pemerintah yang terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik lewat regulasi Tingkat Komponen Dari Negeri (TKDN).

Advertisements

Tujuannya jelas, agar industri transportasi publik massal menjadi lebih ramah lingkungan, senyap, bebas emisi, sekaligus menghidupkan industri otomotif domestik.

Lantas, bagaimana peta perkembangan, operasional, dan industri bus listrik di Indonesia saat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

DKI Jakarta melalui jaringan Transjakarta masih menjadi lokomotif utama pionir migrasi massal ini. 

Ratusan bus listrik yang dioperasikan oleh operator kawakan seperti DAMRI dan Bianglala Metropolitan kini telah melayani berbagai rute koridor maupun non-koridor selama 24 jam nonstop.

Advertisements

Tidak hanya di ibu kota, ekspansi bus listrik kini mulai menggurita ke sejumlah daerah.

- Surabaya dan Semarang: Melalui layanan Trans Semanggi Suroboyo dan Trans Semarang, kedua kota ini resmi mengintegrasikan bus listrik ke dalam sistem transportasi koridor kota guna menekan polusi udara.

- Kota Medan: Pemko Medan mengoperasikan bus listrik untuk rute massal perkotaan. 

Menariknya, pada awal peluncuran, masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan tarif Rp 0 alias gratis, cukup dengan melakukan validasi kartu e-money.

Advertisements

Jalur Antarkota: Transportasi ramah lingkungan ini mulai merambah jalur antarkota. 

Salah satunya dilakukan oleh Kalista yang menguji coba rute Cilacap Yogyakarta menggunakan bus berukuran 12 meter dengan kapasitas baterai monster mencapai 303 kWh.

Klub Sepak Bola dan  Kampus: Persija Jakarta mengukir sejarah sebagai klub sepak bola pertama di Indonesia yang meluncurkan bus operasional tim bertenaga listrik (sasis Hyundai, bodi Karoseri Laksana). 

Di sektor pendidikan, Universitas Indonesia (UI) juga telah mengadopsinya sebagai sarana transportasi lingkungan kampus.

Advertisements

Hebatnya, Indonesia saat ini tidak lagi sekadar menjadi negara pengimpor bus listrik utuh (Completely Built Up/CBU).

Industri otomotif nasional kini sudah mampu melakukan perakitan sasis secara mandiri di dalam negeri.

Salah satu tulang punggung manufaktur ini adalah fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. 

Pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus setiap tahunnya dengan capaian TKDN awal sebesar 40 persen.

Advertisements

Sasis-sasis listrik berperforma tinggi tersebut kemudian dibangun bodinya oleh deretan karoseri papan atas tanah air yang kualitasnya sudah diakui global, di antaranya:

Karoseri Laksana (Ungaran, Jawa Tengah): Aktif berkolaborasi melahirkan inovasi bodi bus listrik yang modern, dinamis, dan futuristik.

Karoseri Tentrem (Malang, Jawa Timur): Sukses meluncurkan varian bus medium listrik dengan desain yang sangat modern.

Inovasi Anak Bangsa (Universitas Indonesia): Akademisi dalam negeri tidak tinggal diam. UI sukses mengembangkan bus listrik rancangan mandiri tipe MD12E NF yang dilengkapi suspensi udara (air suspension) demi kenyamanan maksimal penumpang massal.

Advertisements

Persaingan pasar bus listrik di tanah air kini diramaikan oleh kombinasi raksasa otomotif global dan produsen lokal yang agresif memproduksi kendaraan ramah lingkungan.

Berikut beberapa bus listrik  yang saat ini aktif mengaspal di Indonesia:

1. BYD dan  Zhongtong: Merek raksasa asal Tiongkok yang saat ini paling banyak diadopsi untuk memperkuat armada Transjakarta.

2. Hyundai (Elec City): Sasis premium asal Korea Selatan berspesifikasi low-entry yang diandalkan untuk kenyamanan bus perkotaan.

Advertisements

3. VKTR (Seri Gunung): Produk lokal yang memiliki jajaran armada tangguh seperti seri Arjuno (8-Meter High-Floor) dan Carstenz (12-Meter Low-Floor).

4. MAB (Mobil Anak Bangsa): Produsen lokal yang terus memperluas portofolio kendaraan listriknya, termasuk merambah ke segmen van penumpang berbasis listrik.

Akselerasi masif ini berjalan berkat dukungan penuh pemerintah. 

Selain memperketat target capaian TKDN pada setiap unit yang dipasarkan, pemerintah terus mendorong penyediaan fasilitas pengisian daya (charging station) di berbagai titik strategis agar operasional bus listrik berjalan efisien dan optimal.

Advertisements

Melihat perkembangannya yang begitu masif di Pulau Jawa dan beberapa kota besar Sumatera seperti Medan, akankah transformasi transportasi hijau ini segera merambah dan diadopsi di Provinsi Lampung dalam waktu dekat? Kita tunggu saja perkembangannya! 

Share:
Editor: Anggi Rhaisa
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements