RADARLAMPUNG.CO.ID - Polda Metro Jaya sedang mengusut dugaan penipuan kripto yang menyeret influencer investasi Timothy Ronald setelah menerima laporan dari seorang korban.
Perkara ini mencuat ketika korban mengaku mengalami kerugian besar usai mengikuti sinyal pembelian aset kripto yang disampaikan Timothy Ronald.
Kerugian dilaporkan terjadi setelah korban membeli koin Manta Network atau MANTA dengan janji potensi kenaikan harga hingga 300 persen.
Dalam penawaran di grup komunitas, bahkan disebutkan peluang keuntungan koin MANTA dapat mencapai 500 persen.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penipuan kripto tersebut.
Menurut Budi Hermanto, laporan itu diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT Polda Metro Jaya dari pelapor berinisial Y.
Pernyataan itu disampaikan Budi Hermanto di Jakarta pada Senin, 12 Januari, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.
Sebelumnya, kasus ini ramai dibicarakan setelah unggahan Instagram akun @cryptoholic.idn menyebut Timothy Ronald telah dilaporkan ke polisi.
Unggahan tersebut menampilkan bukti tanda terima laporan polisi yang memuat nama Timothy Ronald serta Kalimasada.
Berdasarkan kronologi yang beredar, kasus bermula ketika korban bergabung dalam grup Discord bertema perdagangan aset kripto.
Di grup itu, korban mengaku menerima sinyal investasi untuk membeli koin Manta Network pada Januari 2024.
Sinyal tersebut menjanjikan kenaikan harga sangat tinggi sehingga korban tertarik dan mempercayai rekomendasi tersebut.
Korban kemudian membeli koin MANTA dengan nilai investasi sekitar Rp3 miliar berdasarkan arahan dari grup tersebut.
Harapan keuntungan besar tidak terwujud karena harga koin MANTA justru mengalami penurunan tajam.
Nilai koin MANTA tercatat anjlok hingga minus 90 persen dari harga beli sehingga korban mengalami kerugian besar.
Merasa dirugikan secara finansial, korban mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus itu secara resmi.
Di tengah proses hukum berjalan, koin Manta Network yang menjadi sorotan pun menarik perhatian publik.
Koin MANTA merupakan token asli dari Manta Network, sebuah platform blockchain modular yang berfokus pada privasi dan skalabilitas.
Manta Network menggunakan teknologi Zero-Knowledge Proof atau ZK untuk mendukung aplikasi Web3 yang aman dan efisien.
Secara sederhana, platform ini memungkinkan transaksi kripto tanpa membuka data pribadi pengguna ke publik.
Transaksi tetap dapat diverifikasi tanpa mengungkap informasi sensitif seperti identitas atau jumlah dana.
Berdasarkan data CoinMarketCap, koin MANTA sempat mencatat kenaikan harga signifikan beberapa bulan setelah peluncuran Januari 2024.
Pada 13 Maret 2024, harga MANTA mencapai US$3,915 atau sekitar Rp65,9 juta.
Kondisi tersebut tidak bertahan lama karena harga MANTA terus tertekan dan mengalami penurunan tajam.
Hingga kini, harga koin MANTA melemah hingga 96,51 persen ke level US$0,0789.
Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp1.330, jauh dari harga puncak beberapa bulan sebelumnya.
Melansir situs resminya, Manta Network dikembangkan oleh Victor Ji, Shumo Chu, dan Kenny Li.
Proyek blockchain ini mulai dikembangkan sejak 2020 dengan target ekosistem Web3, khususnya sektor keuangan digital atau DeFi.
Keunggulan Manta Network terletak pada teknologi privasi yang memungkinkan transaksi aman tanpa membuka detail sensitif pengguna.
Selain alat transaksi, koin MANTA memiliki sejumlah fungsi penting dalam ekosistem jaringan Manta Network.
MANTA digunakan sebagai biaya transaksi setiap kali pengguna mengirim aset atau memakai aplikasi berbasis Manta Network.
Koin ini juga dapat digunakan untuk staking guna menjaga keamanan dan stabilitas jaringan blockchain.
Pemilik MANTA memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan dan kebijakan jaringan.
Selain itu, MANTA kerap dipakai sebagai insentif atau hadiah bagi pengguna aktif dan penyedia likuiditas.
Kasus dugaan penipuan ini menjadi pengingat agar masyarakat berhati-hati mengikuti sinyal investasi kripto dari pihak mana pun.
Aset digital memiliki risiko tinggi dan fluktuasi ekstrem sehingga memerlukan pemahaman mendalam sebelum menanamkan dana besar.