SOLARIS Usung Konsep Motor Listrik Mandiri Berbasis Energi Matahari

gambar-user/vsbaohl95I0rY7S5BRF4IPxfUmd3n0dZuZDBnGyU.webp
M. Nabil Mamnun - Senin, 22 Des 2025 - 15:25 WIB
Konsep motor listrik bertenaga surya SOLARIS rancangan MASK Architects yang mengusung kemandirian energi tanpa colokan pengisian daya.
Konsep motor listrik bertenaga surya SOLARIS rancangan MASK Architects yang mengusung kemandirian energi tanpa colokan pengisian daya. - instagram.com/@maskarchitects

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ketergantungan kendaraan listrik terhadap jaringan pengisian daya masih menjadi tantangan utama dalam transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.

Di tengah kondisi tersebut, sebuah konsep motor listrik hadir dengan pendekatan berbeda.

SOLARIS, sepeda motor listrik bertenaga surya rancangan MASK Architects, menawarkan gagasan radikal: kendaraan roda dua yang mampu menghasilkan dan mengisi energinya sendiri tanpa bergantung pada colokan listrik maupun infrastruktur pengisian daya.

MASK Architects, studio desain internasional yang dipimpin Öznur Pınar Cer dan Danilo Petta, memperkenalkan SOLARIS sebagai visi baru mobilitas listrik.

Advertisements

Konsep ini dipasarkan sebagai motor listrik sepenuhnya bertenaga surya, yang dirancang untuk beroperasi di mana saja selama tersedia sinar matahari.

Di saat mayoritas kendaraan listrik termasuk sepeda motor masih bergantung pada jaringan listrik, kabel, atau stasiun pengisian berlangganan, SOLARIS justru mengusulkan kemandirian energi penuh.

Dalam konsep ini, sepeda motor tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga pembangkit listrik mini bagi dirinya sendiri.

Inti dari konsep SOLARIS terletak pada sistem surya terintegrasi yang menjadi identitas utamanya.

Advertisements

Sepeda motor ini dilengkapi panel surya fotovoltaik berbentuk “sayap” yang dapat terbuka saat kendaraan diparkir.

Ketika dibentangkan, panel-panel tersebut membentuk susunan melingkar untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari.

Energi yang dikumpulkan kemudian dikonversi menjadi listrik dan disimpan dalam sistem baterai lithium berkapasitas tinggi.

Dengan mekanisme tersebut, SOLARIS pada dasarnya berfungsi sebagai stasiun pengisian dayanya sendiri, tanpa perlu terhubung ke jaringan listrik eksternal.

Advertisements

Saat digunakan berkendara, motor ini memanfaatkan energi yang telah disimpan, beroperasi sebagai sepeda motor listrik tanpa emisi dan tanpa suara.

MASK Architects menggambarkan SOLARIS sebagai “organisme mandiri”, karena mampu mengelola produksi, penyimpanan, dan distribusi energinya sendiri.

Meski berstatus konsep, SOLARIS tidak sekadar mengedepankan ide futuristis.

Secara teknis, motor ini dirancang sebagai sepeda motor listrik berperforma tinggi.

Advertisements

Di dalamnya terdapat motor listrik bertorsi besar untuk akselerasi instan, serta sistem pengereman regeneratif yang memulihkan energi saat deselerasi.

Struktur rangkanya menggunakan material komposit aluminium–karbon yang ringan namun kaku, bertujuan menjaga kelincahan sekaligus stabilitas.

Sistem manajemen energi surya berbasis digital juga disematkan untuk memantau proses pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan daya secara real-time.

Informasi tersebut ditampilkan melalui kokpit digital, dengan opsi konektivitas aplikasi untuk memantau performa kendaraan sekaligus produksi energi surya.

Advertisements

Pendekatan ini menegaskan bahwa SOLARIS bukan hanya soal sumber energi, tetapi juga kecerdasan dalam mengelolanya.

Dari sisi desain, SOLARIS mengusung pendekatan biomimetik yang terinspirasi dari anatomi macan tutul.

Hal ini tercermin dari geometri depan yang memanjang, rangka berotot, dan posisi berkendara condong ke depan, menyerupai sikap siap melompat.

Selain membentuk karakter visual, inspirasi ini juga diklaim meningkatkan aerodinamika dan keseimbangan.

Advertisements

Dengan mengandalkan energi matahari, SOLARIS menawarkan konsep nol emisi, nol kebisingan, dan nol ketergantungan infrastruktur.

Model mobilitas seperti ini dinilai relevan untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari wilayah terpencil yang belum memiliki jaringan listrik, kawasan wisata alam, hingga proyek percontohan kota pintar dan armada logistik berkelanjutan.

MASK Architects menilai, tanpa biaya bahan bakar maupun pengisian daya, kendaraan semacam SOLARIS berpotensi menawarkan pengembalian investasi yang lebih cepat dalam jangka panjang.

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa SOLARIS saat ini masih berada pada tahap konsep desain, sebagai eksplorasi arah baru dalam dunia kendaraan listrik roda dua.

Advertisements

Berbeda dengan SOLARIS yang masih konseptual, beberapa kendaraan roda dua dan skuter listrik berbasis surya sudah lebih dulu mendekati tahap komersial.

Salah satunya adalah Lightfoot, kendaraan listrik komuter yang dibekali dua panel surya 120 watt.

Lightfoot dirancang sebagai solusi praktis, di mana panel surya membantu menambah jarak tempuh harian dan mengurangi frekuensi pengisian daya dari listrik rumah.

Meski tetap menyediakan colokan konvensional, pendekatan ini menunjukkan bahwa energi surya dapat berperan sebagai range extender dalam mobilitas harian.

Advertisements

Contoh lain adalah S80 Solar Scooter, yang diperkenalkan di Eropa dengan panel surya terintegrasi dan baterai berkapasitas kecil.

Model ini menunjukkan bahwa pengisian daya dari matahari memungkinkan, meski membutuhkan waktu lebih lama dan cocok untuk penggunaan jarak pendek.

Dua contoh tersebut memperlihatkan batas realistis teknologi saat ini.

Panel surya pada kendaraan roda dua umumnya belum mampu sepenuhnya menggantikan colokan listrik, namun efektif untuk menekan ketergantungan pada jaringan eksternal.

Advertisements

Dalam konteks tersebut, SOLARIS hadir sebagai pernyataan ideologis.

MASK Architects memposisikannya bukan sekadar kendaraan, melainkan kritik terhadap model mobilitas global yang selama puluhan tahun bergantung pada penjualan energi, baik bahan bakar fosil maupun listrik.

Dengan SOLARIS, mereka mengajak publik membayangkan masa depan di mana pengendara menghasilkan energinya sendiri dan bergerak tanpa batasan infrastruktur.

Sebuah kategori baru yang mereka sebut sebagai solar-autonomous motorcycle.

Advertisements

Meski belum memasuki tahap produksi, SOLARIS memberi gambaran jelas tentang arah evolusi kendaraan listrik roda dua: lebih mandiri, lebih senyap, dan lebih berdaulat secara energi.

Bagi dunia mobilitas, konsep ini menjadi pengingat bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya soal mengganti mesin bensin dengan motor listrik, tetapi juga tentang siapa yang menguasai energi di baliknya.(*)

 

Advertisements

Share:
Editor: Melida Rohlita
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements